September 8, 2026

Media Terpercaya

Ajang Promosi Wisata Edukasi Taman Rusa, BP Batam Gelar Mancing Mania

2 min read

Foto : Semarak Hari Bakti BP Batam ke 52 tahun masih hangat terasa.

Nusantaratoday.net, Batam || Badan Pengusahaan Batam menggelar Senam Bersama dan Lomba Mancing Mania di Kebun Edukasi Taman Rusa Sekupang, Jum’at pagi (17/11/2023).

Lomba Mancing Mania diperuntukkan bagi pegawai di lingkungan BP Batam, dengan skema perwakilan dari masing-masing Kedeputian.

Kegiatan digelar masih bersempena dengan rangkaian Hari Bakti BP Batam ke 52 tahun, sekaligus mempromosikan potensi wisata Kebun Edukasi Taman Rusa Sekupang.

Hadir dan meramaikan lomba Mancing Mania, para Pejabat Eselon II dan III hingga pegawai di lingkungan BP Batam. Tak kalah, pengunjung umum juga ramai hadir menyaksikan.

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan Binsar Oktavidwin Tambunan mengatakan Mancing Mania merupakan olahraga untuk meningkatkan sinergi kebersamaan dan kekompakan dalam tim, sekaligus ajang promosi Taman Rusa.

“Tahun ini sudah dua kali kita gelar mancing mania, kali ini di Taman Rusa Sekupang, sekaligus rangkaian promosi meningkatkan kunjungan.” Kata Binsar.

Sebelumnya, dilakukan senam kebugaran jasmani oleh ratusan peserta dan dilanjutkan ceremony pelepasan 3.000 benih ikan patin dan 50 ikan patin ukuran 4kg.

Ikan-ikan tersebut merupakan bentuk perhatian Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, yang juga merupakan inisiator pengembangan konsep Taman Rusa Sekupang.

Kebun Edukasi Taman Rusa Sekupang merupakan wahana wisata sekaligus kebun edukasi yang ramah untuk anak-anak.

Selain dua kolam ikan, kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk keluarga. Seperti Jogging Track, Scooter, Flora dan Fauna, Gazebo.

Jika dulu satwa yang ada di Taman Rusa hanya ada rusa. Kini satwa yang ada menambah semarak taman tersebut. Di antaranya terdapat kijang, ayam kate, merpati, angsa, kura-kura dan lainnya.

Berita lainnya  Bimtek Pengelolaan Website, BP Batam Kenalkan Inovasi Permohonan Informasi Melalui Aplikasi B-Care

Penggemar foto juga tak khawatir, terdapat beberapa spot foto kekinian di Taman Rusa, di antaranya artifisial Stonehenge, rumah panggung, rumah pohon, tugu bambu, dan ikon Taman Rusa Sekupang.

Tak hanya bisa jogging atau memberi makan rusa saja,  kini berbagai fasilitas yang bikin aktivitas di taman itu jadi lebih seru.

Manager Operasional dan Pemeliharaan Juhardi menambahkan bahwa BP Batam terus berkomitmen untuk menambah wahana agar pengunjung semakin puas berkunjung ke Taman Rusa.

“Sesuai arahan Kepala BP Batam Bapak Muhammad Rudi, kami terus mengembangkan kebun edukasi ini. Saat ini kami sedang siapkan 6 Kantin, Kamar Mandi, Mushola, Penambahan Area Jogging Track dan Plaza Arena Berkumpul.” Imbuh Juhardi.

Pengembangan Wisata Kebun Edukasi Taman Rusa akan terus dilakukan untuk menarik kunjungan dalam rangka meningkatkan wisata Batam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.