September 9, 2026

Media Terpercaya

Jasa Raharja Kepri Sosialisasi Buku Diagnosis Cedera Formularium Dan Kompedium Medis Nasional Jasa Raharja (DC-FKMN-JR) Bersama Rumah Sakit Di Wilayah Kepulauan Riau

2 min read

Nusantaratoday.net, Jakarta Batam ||  PT Jasa Raharja sebagai badan usaha yang mengemban amanah Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964, memiliki tugas utama dalam menyalurkan santunan kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas sesuai dengan ketentuan program asuransi kecelakaan penumpang alat angkutan umum dan lalu lintas jalan.

Pada hari Jumat (22/12/2023) PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau mengundang 5 perwakilan Rumah Sakit yang bekerja sama untuk menyaksikan kegiatan sosialisasi buku Diagnosis Cedera, beserta Formularium dan Kompendium Medis Nasional Jasa Raharja (DC-FKMN-JR). Buku ini adalah standar diagnosis cedera, obat-obatan, dan alat kesehatan yang digunakan oleh fasilitas kesehatan dalam penanganan medis korban kecelakaan lalu lintas yang mendapatkan perawatan di rumah sakit. Penyusunan DC-FKMN-JR ini melibatkan Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, DFM., S.H., M.Si., Sp.F(K)., selaku Ketua Medical Advisory Board Jasa Raharja (MAB-JR) bersama perhimpunan Dokter & Dokter Spesialis Nasional, Para Ahli dan Tim Kontributor.

Dalam rangka memastikan perlindungan dasar yang optimal kepada korban kecelakaan baik itu di darat, laut, dan udara, PT Jasa Raharja menyusun Buku Diagnosis Cedera Formularium dan Kompendium Medis Nasional Jasa Raharja (DC-FKMN-JR) yang nantinya akan diimplementasikan sebagai petunjuk teknis biaya perawatan di rumah sakit.

Diharapkan penanganan medis bagi korban kecelakaan dapat lebih optimal setelah dilakukannya peluncuran/launching Diagnosis Cedera Formularium dan Kompendium Medis Nasional Jasa Raharja (DC-FKMN-JR), sesuai dengan visi PT Jasa Raharja yaitu Menjadi Perusahaan Terpercaya dalam Memberikan Perlindungan Dasar Terhadap Risiko Kecelakaan dengan Pelayanan yang Terbaik.

Wanda P. Asmoro selaku Kepala Cabang PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau menyampaikan “Sosialisasi DC-FKMN-JR pada hari Jumat ini juga dihadiri oleh Ketua MAKERSI Provinsi Kepulauan Riau dr. Widya Putri, MARS dan Kabidokkes Polda Kepulauan Riau dr. Muhammad Haris MARS”.

Berita lainnya  Jasa Raharja Sabet Empat Penghargaan Bergengsi di Ajang Human Capital & Performance Award 2023

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai rumah sakit, diantaranya terdapat 5 RS yang hadir secara langsung di Kantor PT Jasa Raharja Cabang Kepulauan Riau antara lain RS. Awal Bros Kota Batam, RS. Badan Pengusahaan Kota Batam, RS. Santa Elisabeth Kota Batam, RS. Budi Kemuliaan Kota Batam dan RSUD Embung Fatimah Kota Batam. Selain itu untuk Rumah Sakit lainnya mengikuti di tempat masing-masing melalui media zoom.

Di akhir acara Wanda P. Asmoro menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin serta harapan kedepan semoga kerjasama ini selalu dapat ditingkatkan demi pelayanan Masyarakat khususnya korban kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.