September 9, 2026

Media Terpercaya

Milad YKB ke-45, Kepala BP Batam Ajak YKB Bersinergi Membangun Batam

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menghadiri malam puncak perayaan HUT Yayasan Keluarga Batam (YKB) ke-45, di Dataran Engku Puteri Batam Center, Sabtu (6/1/2024).

 

Kegiatan ini dimeriahkan dengan sejumlah penampilan dari para pelajar SD hingga SMA di bawah naungan YKB, dan dihadiri oleh masyarakat Kota Batam sembari menikmati kuliner yang disuguhkan para pelaku UMKM.

 

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rudi secara khusus menyampaikan apresiasinya atas jasa para pendiri YKB, Dr Sri Soedarsono, yang juga merupakan adik kandung mantan Presiden RI ke-3, almarhum Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

 

Didirikan sejak tahun 1978, YKB hingga saat ini telah berdedikasi mendukung pengembangan Kota Batam.

 

“Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada YKB. Semoga selalu berkiprah untuk mendukung pembangunan Kota Batam,” ujar Muhammad Rudi.

 

Untuk itu, dengan bertambahnya usia YKB, Muhammad Rudi mengajak seluruh jajaran YKB terus mendukung program pembangunan Kota Batam. Sebagaimana diketahui pembangunan infrastruktur terus digesa Pemko Batam dan BP Batam.

 

Diantaranya seperti Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batuampar, pembangunan infrastruktur jalan-jalan utama hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang.

 

“Mari kita selalu menjaga kekompakan ini untuk Batam kota baru,” katanya.

Batam || Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menghadiri malam puncak perayaan HUT Yayasan Keluarga Batam (YKB) ke-45, di Dataran Engku Puteri Batam Center, Sabtu (6/1/2024).

Kegiatan ini dimeriahkan dengan sejumlah penampilan dari para pelajar SD hingga SMA di bawah naungan YKB, dan dihadiri oleh masyarakat Kota Batam sembari menikmati kuliner yang disuguhkan para pelaku UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rudi secara khusus menyampaikan apresiasinya atas jasa para pendiri YKB, Dr Sri Soedarsono, yang juga merupakan adik kandung mantan Presiden RI ke-3, almarhum Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Berita lainnya  RSBP Siap Berikan Layanan Mudah, Cepat dan Berkualitas Bagi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Didirikan sejak tahun 1978, YKB hingga saat ini telah berdedikasi mendukung pengembangan Kota Batam.

“Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada YKB. Semoga selalu berkiprah untuk mendukung pembangunan Kota Batam,” ujar Muhammad Rudi.

Untuk itu, dengan bertambahnya usia YKB, Muhammad Rudi mengajak seluruh jajaran YKB terus mendukung program pembangunan Kota Batam. Sebagaimana diketahui pembangunan infrastruktur terus digesa Pemko Batam dan BP Batam.

Diantaranya seperti Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batuampar, pembangunan infrastruktur jalan-jalan utama hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang.

“Mari kita selalu menjaga kekompakan ini untuk Batam kota baru,” katanya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.