September 9, 2026

Media Terpercaya

Muhammad Rudi : MTQH Sebagai Peningkatan Kecintaan Terhadap Al Quran

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Kepala BP Batam, Muhammad Rudi membuka secara resmi pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Hadist Ke-XXXII Tahun 2024 Tingkat Kecamatan Nongsa di Pasar Summerland, Selasa (23/1/2024). Dalam kesempatan itu Muhammad Rudi mengapresiasi antusiasme masyarakat Kecamatan Nongsa yang ramai hadir pada malam pembukaan MTQH ini.

Muhammad Rudi berharap, melalui MTQ ini dapat meningkatkan tali persaudaraan antar sesama. Kemudian juga dapat meningkatkan rasa kecintaan dan mengamalkan isi kandungan Al Quran.

“Mudahan-mudahan melalui kegiatan MTQ ini dapat memberikan kebaikan buat kita semua,” kata Muhammad Rudi.

Pihaknya berharap kegiatan MTQ ini tidak semata-mata hanya seremonial atau mengejar juara. Namun, menurutnya yang paling utama adalah bagaimana dengan MTQ ini dapat terus membumikan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi jangan dimaknai kegiatan ini sebagai seremonial saja, harus lebih dari itu meningkatkan rasa kecintaan kita terhadap Al Quran,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikannya, MTQ yang dilaksanakan bukan hanya sekadar lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an. Akan tetapi merupakan keinginan kuat umat Islam dan pemerintah untuk meneguhkan semangat kebangsaan atas nilai-nilai keimanan dalam kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat.

Nilai-nilai sosial keagamaan dan persatuan nasional yang melekat dalam MTQ tersebut akan mendorong upaya bersama membangun generasi lebih baik lagi ke depannya. Yakni generasi yang dibangun di atas pondasi keimanan dan ketakwaan, serta pondasi pendidikan yang berkarakter, yang dibutuhkan dalam membangun bangsa ke depannya.

“Untuk itu kami ucapkan selamat bertanding untuk para peserta, tetap semangat. Semoga keikutsertaan dalam MTQ ini memberi manfaat dan maslahat dalam mengembangkan Syiar Islam di Kota Batam,” terangnya.

Berita lainnya  BP Batam - BBSPJPPI Teken Perjanjian Kerja Sama Laboratorium

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.