September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Terus Berkomitmen Kembangkan Batam Sebagai Tujuan Wisata

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Kota Batam telah sejak lama tersohor akan pesona yang dimilikinya. Meski dikenal sebagai kawasan industri dan kota investasi, Kota Batam sebenarnya menyimpan beragam potensi wisata. Mulai dari wisata alam, kuliner, sejarah, hingga surga belanja.

Potensi itu terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam yang secara progresif meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, Batam menargetkan 2 juta kunjungan wisatawan. Angka yang dapat terealisasi mengingat jumlah kunjungan wisman berdasarkan catatan dari BPS Batam, Januari-November 2023 mencapai 1,040,912 kunjungan. Sementara sepanjang tahun 2022, kunjungan wisman berada di angka 710.954 orang.

Kunjungan 2 juta wisman pun dinilai realistis mengingat Kota Batam memiliki aksesibilitas yang baik dan berada di kawasan strategis. Batam juga punya amenintas dan atraksi, infrastruktur pariwisata dan hiburan yang menarik, termasuk resor, pusat perbelanjaan, lapangan golf, dan tempat-tempat hiburan.

Di sisi lain, peningkatan jumlah kunjungan wisman ke Batam tidak lepas dari pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata yang terus dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait saat menjadi narasumber dalam Talkshow Big Food Festival di Pollux Habibie, Kamis (1/2/2024) malam.

“BP Batam melihat sektor pariwisata, salah satu potensi yang menjadi salah satu penyumbang pendapatan bagi Batam. Sehingga BP Batam, mengembangkan infrastruktur untuk mendukung pariwisata dengan membangun jalan hingga taman kota,” ujarnya.

Ia melanjutkan, mengenai dengan adanya masukan dari pelaku pariwisata yang menginginkan adanya suatu gedung yang dapat dijadikan sebagai pusat pertunjukan, Ariastuty mengatakan bahwa saat ini BP Batam tengah mencari investor yang akan membangun gedung tersebut. Gedung yang bisa digunakan untuk konser dan sebagainya tersebut, diharapkan bisa menampung hingga 60 ribu orang.

Berita lainnya  Komitmen BP Batam Tuntaskan Hal yang Menjadi Tantangan bagi Pelaku Usaha di Batam

“Jika nantinya ada konser yang diadakan di gedung berkapasitas 60 ribu itu, tentunya akan dapat menampung pelaku UMKM dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, untuk masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai pembangunan yang dilaksanakan oleh BP Batam, dapat mengunjungi Pameran Foto yang berada di lobi masuk Pollux Habibie. Foto yang disajikan, merupakan foto diorama atau potret pembangunan Batam sejak tahun 1970-an hingga saat ini. Mulai dari BP Batam dipimpin oleh Bacharuddin Jusuf Habibie (B. J. Habibie) hingga kepemimpinan Muhammad Rudi.

“Kita juga mengundang para pengunjung untuk dapat berkunjung ke stand BP Batam. Karena bagi pengunjung yang mengunjungi stand BP Batam akan ada hadiah khusus. Disana juga akan ada pegawai kami untuk memberikan edukasi mengenai BP Batam lebih jauh,” imbuhnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.