September 8, 2026

Media Terpercaya

Negara Eropa Lirik Batam sebagai Destinasi Investasi

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Potensi Batam sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia kian meningkat seiring kemajuan infrastruktur saat ini.

Tidak hanya negara-negara asal Asia, sejumlah investor asal Eropa pun mulai melirik dan mempercayai Batam sebagai daerah untuk mereka menanamkan modal investasinya.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI mencatat, lima negara asal Eropa bahkan menduduki peringkat 10 besar realisasi investasi asing di Batam sepanjang tahun 2023. Kelima negara tersebut adalah Perancis, Luxembourg, Swiss, Inggris, dan Jerman.

Perancis menjadi negara asal Eropa dengan nilai investasi terbesar di Batam pada tahun 2023 dengan jumlah USD 40,78 juta atau setara Rp 603,07 miliar dari 14 proyek yang ada.

Berikutnya adalah negara Luxembourg dengan nilai investasi USD 13,15 juta atau setara Rp 194 miliar dari enam proyek.

Lalu, Swiss dengan nilai investasi USD 6,7 juta atau setara Rp 99,83 miliar dari sembilan proyek. Diikuti oleh Inggris dengan nilai USD 6,5 juta (Rp 97,49 miliar dari 21 proyek) dan Jerman sebesar USD 6,48 juta (Rp 95,8 miliar dari 16 proyek).

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty mengatakan bahwa investasi di Batam memiliki _multiplier effect_ terhadap banyak hal.

Selain meningkatkan pendapatan negara, kata Ariastuty, investasi juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kota Batam. Termasuk membuka peluang dan kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat.

“Bergabungnya negara-negara asal Eropa sebagai investor menunjukkan bahwa upaya BP Batam sudah mulai membuahkan hasil dalam mempromosikan Batam ke dunia internasional. Investasi yang besar dari lima negara asal Eropa tersebut juga akan menarik negara lainnya untuk berinvestasi,” ujar Ariastuty, Rabu (21/4/2024).

Berita lainnya  BP Batam Siapkan 100 Hektare Lahan Baru, Dorong Hub Aerospace Asia Pasifik

Ariastuty tidak menampik bahwa keberadaan investor asing menjadi urat nadi pertumbuhan kawasan industri. Mengingat, investasi asing juga menjadi penyumbang terbesar dalam kegiatan perekonomian Kota Batam.

“Seperti yang sering disampaikan oleh Kepala BP Batam, seluruh pihak harus berkolaborasi dalam menyambut kemajuan Batam saat ini. Sehingga, upaya untuk menarik investasi asing pun bisa berjalan baik dan ikut memberikan pengaruh ekonomi kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.