September 8, 2026

Media Terpercaya

Anggota DPRD Rival Pribadi Apresiasi Pihak Kepolisian Mengungkap Para Pelaku Penganiayaan Anak Dibawah Umur

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Keberhasilan petugas Kepolisian dari Polresta Barelang dalam mengungkap video Bullying yang viral melibatkan anak di bawah umur, mendapat perhatian dari Anggota DPRD Batam Rival Pribadi

“Dengan keberhasilan dan gerak cepat kepolisian dalam mengungkap kasus video viral Bullying, saya mengapresiasi terhadap kinerja para jajaran Kepolisian Polresta Barelang ,” kata Rival, Sabtu (2/032024).

Terlepas dengan keberhasilan petugas Kepolisian Polresta Barelang, kata Rival berharap bahwa kejadian kekerasan yang melibatkan anak dibawah umur di Batam semoga kali terakhir dan tidak kembali lagi terjadi.

“Harapan besar, kejadian Bullying hingga viral ini semoga yang terakhir. Sebab itu, saya imbau kepada pihak sekolah maupun keluarga siapapun itu, memperhatikan kondisi anak agar tidak terjadi hal demikian,” ujarnya.

Alasan imbauan, kata Rival mengungkap bahwa pelajar yang terlibat dalam kekerasan yang tidak diinginkan ini tidak terlepas akibat kurang perhatian dan pengawasan orang tua.

Pihak-Pihak sekolah baik tingkat SMA, SMP, SD untuk lebih lagi memperhatikan anak-anak muridnya pada saat di sekolah dan selalu mengawasi perilaku muridnya nya pada saat jam sekolah. Bagi orang tua murid, mari sama-sama kita awasi kegiatan anak-anak kita di rumah, jangan terlalu diberikan kebebasan dalam bergaul di luar rumah , pendidikan agama atau kerohanian wajib di tingkatkan.

“Ini sangat prihatin dan menjadi tugas bersama untuk kita sebagai org tua , baik diri kami selaku org tua dan selaku Wakil Rakyat di Batam”, jelas Rival.

Sebelumnya Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang, menangkap 4 pelaku atas kasus penganiayaan yang videonya viral beberapa hari belakangan

Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Nugroho Tri Nuryanto menjelaskan telah menetapkan empat orang pelaku sebagai tersangka.

Berita lainnya  Komisi III DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Carikan Solusi Krisis Air Bersih di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah

“Dari empat pelaku satu orang telah berumur dewasa sedangkan tiga pelaku laiinya masih dibawah umur. keempat pelaku berhasil ditangkap pada, Jumat (1/3/2024) dibeberapa lokasi berbeda.

Menurut Kapolresta Barelang terjadinya penganiayaan tersebut dikarenakan salah seorang pelaku saling ejek dengan korban.

“Penganiayaan terjadi bermula dari saling ejek. Salah satu pelaku kemudian membawa tiga rekannya ke lokasi pertemuan yang telah dijanjikan dengan korban”.

Diketahui Korban berinisial SR (17), dan E (14) dan sama-sama mengenal dengan para pelaku. Sedangkan para pelaku yakni N alias L (18), RRS (14), M (15), dan AK (14), keempatnya kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Barelang. (**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.