September 8, 2026

Media Terpercaya

Pilgub Kepri 2024, Pengamat Politik Sebut HMR Lebih Lincah dan Fokus Ketimbang Ansar Ahmad

2 min read

Nusantaratoday.net, Batam || Pengamat politik dari Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI), Rahmayanti Kusumaningtyas mengatakan, peluang H. Muhammad Rudi dan Ansar Ahmad untuk bertarung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri 2024 cukup besar.

Bukan tanpa alasan, kata Rahmayanti, baik Muhammad Rudi ataupun Ansar telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Kepri sejak jauh hari.

Meski keduanya memiliki segudang pengalaman selama menjabat sebagai kepala daerah, Rahmayanti menilai, Muhammad Rudi jauh lebih diunggulkan ketimbang Ansar Ahmad.

Apalagi publik melihat, HMR sebagai pemimpin jauh lebih lincah dan fokus dibandingkan Ansar.

Hal ini terlihat jelas dari keberhasilan H. Muhammad Rudi yang sukses membawa Batam berkembang pesat. Terutama dari segi ekonomi, pembangunan infrastruktur dan pengembangan sektor pariwisata.

“Menurut temuan survei, hampir 9 tahun, Batam sangat beruntung mempunyai pemimpin sekelas Rudi. Beliau memahami betul potensi Batam. Di bawah kendali Rudi, Batam berkembang pesat,” ujarnya, Sabtu (6/04/2024).

Di samping itu, Rahmayanti menjelaskan, prestasi Muhammad Rudi turut memberikan dampak positif terhadap perkembangan investasi Batam.

Sehingga, Batam mampu tumbuh sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepri dalam beberapa tahun terakhir.

Dimana, pertumbuhan ekonomi Batam pun sukses melampaui Kepri dan nasional pada tahun 2022 dan 2023.

Dengan rincian, ekonomi Batam tumbuh 6,84 persen dan 7,04 persen.

Sedangkan Ansar, menurut Rahmayanti, terkesan lamban dalam membangun Kepri.

Sehingga, daerah atau kabupaten/kota lain cukup tertinggal dari Batam. Padahal, sejumlah wilayah di Kepri memiliki potensi yang tidak jauh berbeda. Khususnya dari sektor pariwisata.

“Melihat perbedaan dua figur tersebut, H. Muhammad Rudi begitu potensial dan memiliki kans untuk mengungguli Ansar. Publik menilai, HMR juga bisa bekerja cepat, tepat dan responsif. Hal ini yang kemudian memberikan pandangan ke masyarakat bahwa Muhammad Ridi dipandang lebih lincah dan fokus,” pungkasnya. (*)

Berita lainnya  PLN Batam Sukses Jaga Keandalan Pasokan Listrik Selama Hari Raya Idul Adha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.