September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Terima Kunjungan Calon Investor Asal Singapura

2 min read

Oplus_131072

Nusantaratoday.net, Batam || Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Biro Humas, Promosi, dan Protokol menerima kunjungan perusahaan asal Singapura, Tuan Sing Holdings pada Kamis (18/4/2024) di Gedung Marketing Centre.

Dalam kunjungan ini, pihak Tuan Sing Holdings mempresentasikan tentang rencana pembangunan Premium Outlet pertama di Batam yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing Batam dengan Singapura dan Malaysia.

Perusahaan yang turut mengembangkan Kawasan Waterfront Marina City Tanjung Riau melalui project bertajuk Opus Bay ini ingin menghadirkan outlet yang berisi barang “branded” seperti yang sudah terkenal di Malaysia dan Jakarta ke Batam.

“Kami ingin bawa konsep Premium Outlet tersebut ke Batam tentunya dengan strategi pemasaran yang berbeda mengingat Batam adalah Free Trade Zone,” ujar Patrick Tan, salah satu pimpinan perusahaan Tuan Sing Holdings.

Merespon hal tersebut, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan pihaknya akan sangat senang dengan rencana baik ini dan siap mendukung seluruh prosesnya.

“Proyeksi project ini sangat baik untuk mendorong perekonomian Batam ke depan dan kami yakin Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi akan senang dengan ide-ide yang dibawa oleh Tuan Sing Holdings,” kata wanita yang berpengalaman di bidang pemasaran ini.

“Untuk mewujudkan project ini tentunya BP Batam siap mendukung seluruh prosesnya,” tegas Ariastuty.

Setelah pertemuan dilangsungkan, Tuan Sing Holdings akan mengirimkan surat permohonan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memberikan insentif pajak dalam upaya mewujudkan project ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, khususnya di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

“Kami akan pelajari materi yang dipaparkan oleh Tuan Sing Holdings khususnya di bidang perpajakan sehingga diharapkan dapat menghasilkan harga barang branded yang kompetitif di KPBPB Batam ini kedepannya” tutur Imanul Hakim, Kepala Kanwil DJP Kepri yang berkesempatan hadir dalam kegiatan ini.

Berita lainnya  Sejumlah Proyek Infrastruktur Berhasil Dituntaskan BP Batam Tahun 2023

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bagian Promosi, Sofyan; dan beberapa Pejabat Tingkat IV di lingkungan BP Batam.

Sementara itu, di kesempatan berbeda Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan bahwa ia akan mendukung serta mewujudkan berbagai rencana investasi yang masuk ke Batam dalam rangka peningkatan perekonomian Batam.

“Seluruh rencana positif terkait investasi di Batam akan saya dukung sehingga pertumbuhan ekonomi Batam dapat terus meningkat pesat,” pungkas orang nomor satu di Batam ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.