September 8, 2026

Media Terpercaya

Pilgub Kepri 2024, Pemuda Karimun : H. Muhammad Rudi Figur Berprestasi dan Visioner

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net || Pemuda Karimun yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Meral (Pameral) dan Hulubalang Junjung Negeri (HJN) Kecamatan Meral mendeklarasikan dukungan untuk H. Muhammad Rudi sebagai Calon Gubernur Kepri 2024 nanti.

Ketua Pameral, Rusdi mengatakan, H. Muhammad Rudi merupakan figur yang berprestasi selama memimpin jalannya roda pemerintahan di Kota Batam.

Di tangan Muhammad Rudi, lanjut Rusdi, Batam berkembang pesat sebagai Kota Baru yang mampu menarik minat investor.

“Prestasi Pak Rudi ini merupakan modal penting untuk Provinsi Kepri ke depan. Sosoknya yang berani dan visioner cocok untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di Kepri,” tegas Rusdi, Senin (22/4/2024).

Senada, Sekjen Pameral, M. Abdul Yazid mengatakan, H. Muhammad Rudi menjadi harapan baru untuk Provinsi Kepri agar lebih maju dari segi ekonomi dan pengembangan industri. Khususnya di sektor jasa, manufaktur dan pariwisata.

Yazid yakin, pengalaman H. Muhammad Rudi selama memimpin Pemerintah Kota Batam dan BP Batam adalah modal yang luar biasa bagi perkembangan Kepri ke depannya.

“Kita ingin, pertumbuhan ekonomi dan pengembangan infrastruktur di Karimun dan daerah lainnya bisa seperti Batam hari ini. Tentu membutuhkan pemimpin yang berprestasi dan visioner,” ungkapnya kepada awak media.

Di samping itu, Yazid juga menyayangkan isu-isu miring yang berhembus guna menyudutkan H. Muhammad Rudi. Khususnya ihwal pengembangan Pulau Rempang yang menjadi kebijakan pemerintah pusat melalui BP Batam.

“Kita harus lebih cermat dalam menyerap informasi. Kalau belum tahu detail terkait kebijakan yang ada, jangan langsung menyebarkannya sebagai fitnah yang dapat merugikan,” tambah Yazid.

Datok Setie Amanah atau Sekjen Hulubalang Junjung Negeri (HJN) Kecamatan Meral, Richiy Brantasona S, S.Si juga mengatakan demikian.

Berita lainnya  Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Batam, Kini Bernama Galang Heritage Village

Menurut Richiy, masyarakat Kepri harus lebih cermat dan teliti dalam mencerna informasi jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepri 2024.

“Kita tidak ingin, masyarakat terpecah belah. Kroscek kebenaran informasi yang beredar di media sosial, jangan sampai malah saling tuding sehingga merugikan diri sendiri,” tegas Richiy.

Ia mengatakan, HJN siap untuk mendukung perjuangan H. Muhammad Rudi sebagai Calon Gubernur Kepri 2024.

“Kami siap mengawal agar Pak Rudi bisa menjadi pemimpin Kepri selanjutnya. Semoga Kepri bisa lebih maju dalam sisi ekonomi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.