September 8, 2026

Media Terpercaya

Perluas Ekspansi Timah, Adik Prabowo Bangun Pabrik di Batam

3 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net || Adik kandung presiden terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo meresmikan perusahaan produksi solder dari timah di Kawasan Industri Tunas Prima Kabil, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Jumat, 10 Mei 2024. Perusahaan bernama PT Solder TIN Andalan Indonesia (Stania) tersebut dipegang langsung anak kandung Hashim atau keponakan Prabowo yaitu Aryo Puspito Setyaki Djojohadikusumo.

PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), perusahaan milik adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, membangun pabrik pembuatan timah solder di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Nilai investasi pabrik tersebut mencapai Rp 400 miliar.

“PT Solder Tin Andalan Indonesia akan menjadi pemain utama dalam industri solder, menyediakan produk dengan kualitas terbaik dan mendukung industrialisasi di Indonesia,” kata Hashim, saat melakukan groundbreaking PT STANIA di Batam, Jumat (10/5/2024).

Hashim menyebut pabrik solder tersebut pada fase pertama ditargetkan akan memproduksi 2 ribu ton Solder per tahunnya dengan omset Rp 1,2 triliun. Nantinya akan menyerap 320 tenaga kerja dengan rincian 80 karyawan tetap dan 240 karyawan kontrak.

“Kami berharap nanti sesuai dengan perkembangan pasar karena ini tujuannya ekspor ya. Ini menyerap karyawan tetap 80 orang, karyawan kontrak ada kurang lebih 240,” ujarnya.

Timah solder yang dikembangkan oleh perusahaan afiliasi adik Prabowo itu nantinya bisa digunakan untuk produksi barang elektronik hingga mobil listrik. Jika produksi yang dilakukan maksimal maka akan ditargetkan per tahun dapat memproduksi timah solder sebanyak 16 ribu ton.

“Ini gunanya adalah untuk alat-alat elektronik misalnya untuk mobil mobil listrik, handphone telepon genggam apakah itu apple, samsung juga alat alat televisi maka lebih baik bisa juga untuk radio. Segala hal elektronik itu perlu solder timah,” ujarnya.

Berita lainnya  BP Batam Gelar Hasil Pengawasan Internal

“Didukung juga dengan tenaga kerja yang berkualitas dan terampil. kita harapkan bisa Rp1,2 triliun dengan 2 ribu ton solder timah,” tambahnya.

Hashim menyebut alasan pembangunan pabrik solder di Batam dilakukan karena melihat perkembangan ekonomi dunia. Menurutnya pabrik manufaktur yang semulanya di China sudah banyak bergeser ke Asia Tenggara.

“Ternyata ada perkembangan ekonomi dunia, banyak pabrik-pabrik dari China berpindah ke Asia Tenggara, ternyata banyak pindah ke Vietnam, tapi juga banyak pindah ke Malaysia, Thailand dan sebagai berarti Asia Tenggara,” ujarnya.

“Ini suatu perkembangan yang sangat positif untuk Indonesia, sangat positif untuk perusahaan kita untuk grup, mereka banyak pabrik-pabrik elektronik maka membutuhkan solder sebagai unsur pengikat, lem untuk komponen-komponen dan sebagainya. Ini adalah target pertama, pabrik pabrik yang berpindah dari China ke Asia Tenggara,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Hashim juga menyebut bahwa pembangunan pabrik timah solder di Batam juga sebagai bentuk dukungan hilirisasi tambang. Ia menyebut Prabowo Subianto juga memiliki komitmen terhadap hal tersebut.

“Program hilirisasi dimulai sebetulnya cukup lama dan memang betul betul adalah suatu program inti daripada pemerintahan Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin. Pak Prabowo Subianto waktu jadi calon presiden dan sekarang presiden terpilih sudah menegaskan sudah bertekad, sudah bersumpah bahwa program hilirisasi akan dilanjutkan, ya dilanjutkan dengan beberapa program ini sebetulnya yang sudah dimulai oleh Pak Jokowi,” ujarnya

Komisaris Utama PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), Aryo Djojohadikusumo menambahkan alasan lain pemilihan Batam sebagai lokasi pabrik adalah banyak pabrik elektronik yang ada. Ia yakin pabrik manufaktur elektronik itu akan terus berkembang dan bertambah.

“Target pasar kami adalah ekspor namun yang luar biasa dari Kota Batam adalah banyaknya pabrik elektronik yang sudah ada di Batam dan akan bertambah terus. Ada Infineon ada Pegatron, mungkin banyak sekali orang Indonesia yang tidak tahu bahwa iphone pun diproduksi di Kota Batam” tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.