September 9, 2026

Media Terpercaya

Dukungan untuk Muhammad Rudi Mengalir Dari Negeri Bunda Tanah Melayu

2 min read

Oplus_0

Lingga, Nusantaratoday.net – Bakal Calon (Bacalon) Gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepulauan Riau tahun 2024, Muhammad Rudi bersilaturahmi dengan relawan di Kabupaten Lingga, Kamis (6/6/2024). Muhammad Rudi hadir didampingi oleh Gubernur Kepri pada masanya, H. Isdianto dan rombongan.

Kehadiran Muhammad Rudi disambut langsung oleh Bupati Lingga M. Nizar bersama sejumlah Tokoh Masyarakat Kabupaten Lingga.

Dalam silaturahmi tersebut, Muhammad Rudi mendapat dukungan penuh dari masyarakat Desa Kerandin Lingga Timur, Desa Sungai Harapan Singkep Barat dan masyarakat Dabo, Kecamatan Singkep untuk maju sebagai Calon Gubernur Kepri 2024.

Tokoh Masyarakat Desa Kerandin, Mulyono menyampaikan terima kasih atas kehadiran Muhammad Rudi di Desa Kerandin. Masyarakat Desa Kerandin, tegasnya, akan memberikan dukungan penuh kepada Muhammad Rudi untuk maju sebagai Gubernur Kepri dalam Pilkada 27 November mendatang.

Masyarakat Desa Kerandin berharap, melalui tangan dingin Muhammad Rudi sebagai Gubernur Kepri, akan ada pembangunan infrastruktur di Desa Kerandin. Terutama pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antar Dusun di Desa Kerandin.

Kepercayaan dari masyarakat Desa Kerandin terhadap Muhammad Rudi dalam membangun infrastruktur bukan tanpa alasan. Selama memimpin Kota Batam, Muhammad Rudi telah berhasil membangun infrastruktur Kota Batam, terutama jalan-jalan utama.

“Kami siap untuk memberikan dukungan kepada Pak Rudi. Kami berharap, Pak Rudi bersama dengan Bapak Bupati Lingga dan seluruh stakeholder lainnya bisa berkolaborasi dalam pembangunan. Sehingga perekonomian masyarakat kami juga bisa terangkat kedepannya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, Azhari, perwakilan dari masyarakat di Sungai Harapan Singkep Barat. Keberhasilan Muhammad Rudi dalam membangun Kota Batam, menjadi buah kepercayaan masyarakat dalam mendukung Muhammad Rudi untuk maju mencalonkan sebagai Gubernur Kepri.

“Terima kasih kepada Bapak Muhammad Rudi yang telah berkunjung ke sini. Harapan kami ke depan, semoga pembangunan juga bisa dirasakan di Sungai Harapan ini,” katanya.

Berita lainnya  Konjen Singapura Apresiasi Lompatan Investasi Batam

Sementara itu, Muhammad Rudi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah hadir dalam pertemuan silaturahmi ini. Ia mengatakan, niatnya untuk maju sebagai Gubernur Kepri hanya semata-mata hanya untuk membangun Provinsi Kepri yang lebih baik. Agar kedepannya, perekonomian daerah semakin meningkat dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat Kepri.

Pengalamannya dalam membangun infrastruktur jalan-jalan di Kota Batam, pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim, hingga fasilitas kesehatan yang berstandar internasional, akan menjadi bekal bagi dirinya dalam membangun Provinsi Kepri.

“Selama satu periode Wakil Walikota Batam dan dua periode Walikota Batam. Serta hampir 5 tahun menjadi Kepala BP Batam, saya bisa memberikan manfaat sebagai kepala daerah. Terima kasih atas sambutan dan dukungannya. Mohon doa dan restunya, untuk bersama-sama kita membangun Provinsi Kepri ke depannya,” seru Muhammad Rudi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.