September 8, 2026

Media Terpercaya

Jelang Pilwako Batam 2024, Nama Marlin Agustina Kian Populer

2 min read

BATAM, Nusantaratoday.net – Perlahan tapi pasti, nama Hj. Marlin Agustina kian populer jelang Pemilihan Walikota (Pilwako) Batam 2024.

Kinerja dan keberpihakan Marlin Agustina terhadap kaum perempuan dan anak turut menjadi perbincangan hangat masyarakat Batam di warung-warung kopi.

Hal ini pula yang kemudian ikut mempengaruhi elektabilitas Marlin sebelum Pilwako Batam.

Sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Marlin Agustina memang menaruh perhatian serius terhadap beberapa hal.

Selain sektor perempuan dan anak, Marlin juga memberikan atensi penuh bagi pengembangan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Di samping itu, Marlin terus berusaha untuk menghadirkan pembangunan daerah yang berkeadilan dan merata.

Sejak namanya melejit sebagai kandidat kuat di Pilwako Batam, Marlin pun berkomitmen untuk mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan.

“Pembangunan Batam saat ini butuh kesinambungan. Personel dalam pemerintah bisa berganti, tapi perjuangan tidak boleh berhenti,” ujarnya di sela kegiatan, Sabtu (6/7/2024).

Marlin juga memprioritaskan pemerataan kesejahteraan agar Batam yang kini telah bertransformasi sebagai kota baru dapat memberikan peluang lebih besar kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan perekonomiannya.

Apalagi Batam saat ini telah berkembang menjadi salah satu daerah unggulan investasi di Indonesia. Sehingga, seluruh komponen daerah harus mampu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul agar siap bersaing di tengah kemajuan global.

“Peningkatan kualitas SDM juga menjadi perhatian besar saya. Kita ingin, kemajuan Batam yang pesat ini bisa bermanfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat,” tambah Marlin.

Figur Marlin Agustina memang terus menjadi perbincangan sejak Lembaga Konsepindo merilis hasil survei kandidat Calon Walikota Batam pada bulan Maret 2024 lalu.

Marlin yang naik menjadi Wakil Gubernur Provinsi Kepri dari Partai Nasdem sukses menjadi calon kuat penerus estafet kepemimpinan Walikota Batam dengan elektabilitas tertinggi.

Berita lainnya  Komitmen Kepala BP Batam Dalam Melayani Warga, Perbaikan Pipa Bocor Selesai Dalam Dua Jam

Pengalaman Marlin Agustina menjadi Wagub Kepri dan juga perannya yang cukup signifikan dalam mengantarkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang telak di Kepri pada Pilpres 2024 lalu menjadi salah satu modal penting dalam mendongkrak elektabilitasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.