September 7, 2026

Media Terpercaya

Menko Airlangga Lantik Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto melantik Dr. Alexander Zulkarnain sebagai Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam menggantikan Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Senin (26/8/2024).

Berlangsung di Balairungsari, Airlangga berharap agar Alexander Zulkarnain dapat segera beradaptasi dalam mendukung langkah strategis BP Batam guna meningkatkan nilai investasi ke depannya.

“Pergantian pejabat adalah hal yang lazim dilakukan organisasi sebagai bentuk implementasi dari Tour of Duty. Saya ucapkan selamat kepada Pak Alexander untuk tugas barunya dan terima kasih kepada Pak Wahjoe yang atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujar Airlangga.

Di samping itu, Airlangga juga mengapresiasi kinerja BP Batam yang sukses mendorong pertumbuhan investasi dalam lima tahun terakhir.

Dimana, peran strategis BP Batam mampu menjadikan Batam sebagai lokomotif perekonomian Provinsi Kepulauan Riau sejak beberapa tahun terakhir.

“Saya berharap kehadiran pejabat baru dapat memberikan energi baru bagi BP Batam dalam meningkatkan kerja-kerjanya karena kunci pertumbuhan Indonesia adalah dengan hadirnya investasi,” tambahnya.

Ia berpesan kepada seluruh pejabat BP Batam agar bisa menjaga sinergi dengan Pemerintah Kota Batam, Pemerintah Provinsi Kepri, dan Pemerintah RI dalam mendukung pengembangan investasi ke depannya.

Mengingat, Batam merupakan salah satu destinasi investasi di Indonesia dengan berbagai keunggulan di dalamnya. Termasuk hadirnya beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Nongsa Digital Park (NDP) dan Batam Aero Technic (BAT).

“BP Batam perlu mengatasi tantangan ekonomi global, tensi geopolitik yang semakin tinggi dan perubahan iklim saat ini. BP Batam juga harus mampu menjadikan batam lebih berdaya saing sebagai tujuan investasi terkemuka,” pungkasnya.

Berikut profil Dr. Alexander Zulkarnain yang saat ini menjabat sebagai Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam :

Berita lainnya  Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi

Nama : Dr. Alexander Zulkarnain, Ak., M.M
Tempat Tanggal Lahir : Tegal, 13 September 1965
Riwayat Pendidikan :
1. Doktoral/S3 Universitas Negeri Jakarta HRM Lulus Tahun 2013
2. Magister Manajemen/S2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta Finance Lulus Tahun 1999
3. Sarjana/DIV Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Akuntansi Tahun 1994

Riwayat Jabatan :
1. Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan 2013 – 2024
2. Inspektur Bidang Investigasi 2021 – 2023
3. Inspektur VII 2020 – 2021 (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.