September 8, 2026

Media Terpercaya

DPRD Kota Batam Gelar Rapat Paripurna Perdana

3 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net – Mengawali masa kerja, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Paripurna Perdana dengan agenda kelengkapan Dewan atau Pembentukan dan penetapan Fraksi-fraksi DPRD Kota Batam masa jabatan 2024-2029, Kamis (5/9/24) bertempat diruang Utama DPRD Kota Batam.

Rapat paripurna perdana tersebut dihadiri Ketua sementara Muhammad Rudi, didampingi Ketua sementara Hj Asnawati Atiq, seluruh anggota Dewan, Sekdako Jefridin Hamid, mewakili Walikota Batam Muhammad Rudi dan forkompimda dan kepala OPD dari Pemko Batam.

Mengawali sidang, dalam kesempatan tersebut pimpinan sidang Rudi mengatakan bahwa salah satu tanggung jawab pimpinan sementara DPRD adalah membantu pembentukan fraksi. Menurutnya, Pasal 120 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota mewajibkan setiap anggota DPRD untuk berpartisipasi dalam fraksi tertentu.

Fraksi, kata Rudi, merupakan wadah pengelompokan anggota DPRD sesuai konfigurasi partai politik. Meskipun fraksi bukan alat kelengkapan DPRD, namun fraksi memiliki peran penting dalam optimalisasi dan efektifitas pelaksanaan tugas, wewenang, serta hak dan kewajiban anggota DPRD.

Sebelum paripurna dimulai, Rudi juga membacakan nama delapan fraksi yang telah disepakati dalam rapat konsultasi, yang dihadiri seluruh anggota dewan. Dia kemudian meminta Ridwan Afandi ST, M.Eng, Sekretaris DPRD, untuk membacakan draf keputusan DPRD tentang pembentukan.

Kemudian Pimpinan Rapat, mempertegas kepada seluruh anggota dewan yang hadir, apakah saudara-saudara dapat menyetujui komposisi keanggotaan fraksi-fraksi DPRD Kota Batam masa jabatan 2024–2029?”Tanya Muhammad Rudi,”dan dijawab seluruh anggota dewan dengan suara serempak, “Setujuuu.”

Muhammad Rudi berharap agar pembentukan fraksi-fraksi ini dapat memberikan kinerja terbaik dalam mewujudkan aspirasi masyarakat Kota Batam. Dia kemudian melanjutkan pertemuan dengan membaca perubahan agenda kegiatan DPRD. Setelah itu, rapat paripurna tersebut ditutup.

Berita lainnya  26 Anggota DPRD Batam Absen, Terkait Rapat Paripurna Terakhir.

Untuk mengesahkan komposisi alat kelengkapan dewan, yang mencakup komposisi komisi-komisi, Badan Anggaran, Badan Kehormatan, Bapemperda, dan pimpinan dewan definitif, DPRD Kota Batam dijadwalkan kembali mengadakan rapat paripurna pada hari Jumat, 6 September 2024.

Adapun Komposisi Fraksi-Fraksi DPRD Kota Batam Masa Jabatan 2024-2029 sebagai berikut:

Untuk mengesahkan komposisi alat kelengkapan dewan, yang mencakup komposisi komisi-komisi, Badan Anggaran, Badan Kehormatan, Bapemperda, dan pimpinan dewan definitif, DPRD Kota Batam dijadwalkan kembali mengadakan rapat paripurna pada hari Jumat, 6 September 2024.

Adapun Komposisi Fraksi-Fraksi DPRD Kota Batam Masa Jabatan 2024-2029 sebagai berikut:

Fraksi Partai Nasdem

Hj Asnawati Atiq, SE,MM (Ketua)

Arlon Veristo (Wakil Ketua)

Kamaruddin,SE (Sekretaris)

Taufik Ace Muntasir (Anggota)

Muhammad Kamaluddin, Spd.i (Anggota)

M. Putra Pratama Jaya (Anggota)

Muhammad Dycho B Maryon (Anggota)

Rival Pribadi SH (Anggota)

2. Fraksi Partai Gerindra

H. Ahmad Surya (Ketua)

Muhammad Rudi, ST (Wakil Ketua)

Anwar Anas (Sekretaris)

Ir. Anang Adhan (Anggota)

Setia Putra Tarigan (Anggota)

Banyu Ari Nopianto (Anggota)

H. Aweng Kurniawan (Anggota)

3. Fraksi PDIP

Dandis Rajagukguk, ST (Ketua)

Tapis Dabbal Siahaan (Wakil Ketua)

Jamson Silaban, SH (Sekretaris)

Budi Mardianto, SE, MM (Anggota)

Mangihut Rajagukguk, SE, MM (Anggota)

Jimmi Simatupang, ST (Anggota)

Nuryanto, SH. MH

4. Fraksi Partai Golkar

H Joko Mulyono SH. MH. (Ketua)

Walfentus Tindaon AMd (Wakil Ketua)

Hendra Asman, SH. MH (Sekretaris)

Muhammad Yusnus Muda, SE (Anggota)

Jimmi Siburian (Anggota)

Novelin Fortuna Sinaga, SH (Anggota)

5. Fraksi PKS

Warya Burhanuddin, AMd (Ketua)

Siti Nurlailah, ST, MT (Wakil Ketua)

Muhammad Syafe’i, ST, MM (Sekretaris)

Dr. Muhammad Mustofa, SH, MH (Anggota)

Sulaiman (Anggota)

Ir. H Suryanto

6. Fraksi PKB

Drs. Surya Makmur Nasution, M.Hum (Ketua)

Berita lainnya  DPD Partai NasDem Batam Gelar Bakti Sosial Terkait  Perayaan HUT ke-14

Hendri, SH (Wakil Ketua)

Amirsyah, ST (Sekretaris)

Umi Kalsum (Anggota)

7. Fraksi PAN- Demokrasi – PPP

Safari Ramadhan SPd.I. (Ketua)

Muhammad Fadhdli, SE (Wakil Ketua)

Sahat Parulian Tambunan, SE (Sekretaris)

Biyanto, SH ( Anggota)

H. Hery Herlangga, ST, M.Ak (Anggota)

MUhammad Yunus, S.Pi (Anggota)

8. Fraksi Hanura- PSI- PKN

Tumbur HUtasoit, SH (Ketua)

Muhammad Rizki Aji Perdana (Wakil Ketua)

Soni Christianto (Sekretaris)

Ruslan Sinaga (Anggota)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.