September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Gelar Serah Terima Jabatan Anggota Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.com – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menggelar acara serah terima jabatan Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, pada Jum’at siang (6/9/2024), bertempat di Ruang Rapat Waka BP Batam.

Alexander Zulkarnain telah menandatangani tugas dan tanggung jawab yang sebelumnya diemban oleh Wahjoe Triwidijo Koentjoro.

Penandatanganan ini, disaksikan oleh Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto dan seluruh Jajaran Deputi, serta Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Kedeputian Administrasi dan Keuangan.

Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wahjoe Triwidijo Koentjoro atas dedikasi dan loyalitas dalam memimpin dan menjadi nakhoda bagi administrasi dan keuangan BP Batam selama 5 tahun terakhir.

Tak lupa, ia berpesan kepada Alexander Zulkarnain agar dapat meneruskan estafet ini dengan lebih baik. Ia berharap kehadiran Anggota baru dapat mempercepat langkah BP Batam mewujudkan Batam maju sebagai Kota Baru yang modern.

“Terima kasih Pak Wahjoe kerja sama selama ini penuh dedikasi semangat dan dinamis. Kepada pada Pak Alex selamat melanjutkan estafet dengan baik. Mari bahu-membahu mewujudkan Batam Kota Baru.” Kata Purwiyanto.

Menyambut hal itu, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan periode 2023 – 2024, Dr. Alexander Zulkarnain memohon dukungan dari semua pihak agar dirinya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini dengan lebih baik.

“Terimakasih Pak Wahjoe. Mohon dukungan semua rekan-rekan di sini. Semoga kita bisa jadikan Batam ini lebih baik lagi.” Tegas Alex lulusan Doktoral/S3 Universitas Negeri Jakarta.

Dalam mengemban tugas sebagai Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Alex membawahi beberapa unit kerja.

Di antaranya, Biro Umum, Biro Keuangan, Biro Hukum dan Organisasi, Biro Sumber Daya Manusia, Biro Humas Promosi dan Protokol, Satuan Pemeriksa Intern, dan Kantor Perwakilan BP Batam di Jakarta.

Berita lainnya  BP Batam Hadiri RDP Dengan Komisi VI DPR RI Terkait Anggaran 2025

Turut hadir secara daring Wahjoe Triwidijo Koentjoro. Ia menuturkan ungkapan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh rekan kerja yang telah bersama mengelola tata keuangan, administrasi dan SDM selama 5 tahun belakangan.

“Terimakasih semua dari pimpinan dan rekan-rekan. Kepada Pak Alex, harapan kami bisa meneruskan yang kurang dan memperbaiki lebih baik lagi di masa depan.” Pungkas Wahjoe. ( red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.