September 8, 2026

Media Terpercaya

BU Fasling BP Batam Gelar Coffee Morning Bersama Bersinergi

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.com – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) menggelar Coffee Morning bertema “Bersama Bersinergi” dengan beberapa perusahaan rekanan BU Fasling pada Selasa (10/9/2024) di Marketing Centre.

Coffee Morning yang dibuka oleh General Manager Hunian, Gedung, Agribisnis, dan Taman (HGAT), Andi Yunus ini dihelat dalam rangka mengundang partisipasi Corporate Social Responsibility (CSR) dari enam perusahaan yang hadir untuk bersinergi dalam program penghijauan yang digagas oleh Unit Usaha HGAT.

Keenam perusahaan tersebut yaitu PT. Bank BNI (Persero) Tbk. Kantor Cabang Batam, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kantor Cabang Batam, PT. Kencana Makmur Lestari, Batamindo Industrial Park, PT. Jasaraharja Putera, dan Panbil Industrial Estate yang seluruhnya merespon positif dan bersedia mendukung program penghijauan ini sebagai bagian dari program CSR masing-masing perusahaan.

“Taman Rusa dan Taman Kolam yang dikelola BU Fasling merupakan etalase pariwisata Batam di kawasan Sekupang, kita sering kali menerima kunjungan wisatawan mancanegara baik dari Singapura, Malaysia, Vietnam, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya tidak hanya pada akhir pekan namun juga di hari kerja,” ujar Andi Yunus dalam sambutannya.

“BU Fasling juga telah menggelar berbagai jenis kegiatan berlandaskan budaya Indonesia yang bertujuan mengenalkan budaya kita dari Sabang sampai Merauke kepada wisatawan mancanegara yang datang,” terang Andi Yunus.

Harapannya, dengan program penghijauan ini kawasan Taman Kolam dan Taman Rusa Sekupang bisa semakin rindang dan teduh sehingga baik wisatawan mancanegara serta wisatawan lokal dan masyarakat Batam akan senang berkunjung untuk bersantai di kedua objek wisata yang dikembangkan secara masif di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi tersebut.

Berita lainnya  BP Batam Bentuk Tim Terpadu Demi Kepastian Hak Masyarakat Terdampak Pengembangan Rempang Eco-City

Program penghijauan ini rencananya akan dilaksanakan pada akhir bulan September 2024 sebagai rangkaian kegiatan Hari Bakti BP Batam ke-53 dengan menanam sebanyak 100 pohon Baobab dan Tambulampot di Taman Rusa dan Taman Kolam Sekupang.

Melalui pertemuan ini, Andi Yunus menyampaikan terima kasih atas respon positif dari perwakilan perusahaan yang hadir dan berharap sinergi ini akan berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata di Batam.

“Terima kasih atas dukungan dari Bapak/Ibu perwakilan perusahaan yang hadir, semoga kita bisa terus berkolaborasi untuk mewujudkan kemajuan pariwisata di Batam,” pungkas Andi Yunus.

Dengan fasilitas wisata dan edukasi yang semakin berkembang di Taman Rusa dan Taman Kolam, kedua objek wisata yang berlokasi di Sekupang ini patut menjadi pilihan masyarakat Batam untuk melepas penat di akhir pekan.

Jika terdapat sesuatu yang ingin ditanyakan mengenai tarif, penyewaan fasilitas, dan berbagai pertanyaan lainnya, BU Fasling terbuka untuk menjawab melalui kontak di nomor +62 838 9499 9303 atau kunjungi Instagram @faslingbpbatam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.