September 9, 2026

Media Terpercaya

Inovasi Pengembangan Infrastruktur, BP Batam Dianugerahi Awarding tvOne

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mendapatkan Penghargaan Inovasi Pengembangan Infrastruktur dalam Malam Penganugerahan tvOne 2024 Inovasi Membangun Negeri, Jum’at malam (20/9/2024).

Bertempat di Studio The Convergence Indonesia (TCI) tvOne Kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, awarding dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas secara daring.

Penghargaan ini merupakan apresiasi yang diberikan tvOne kepada para pemimpin atau pejabat publik yang memiliki inovasi dan berdampak bagi kemajuan Indonesia.

Azwar Anas turut mengapreasi atas inisiasi tvOne yang memberikan awarding kepada para pemimpin hebat yang telah berinovasi berdampak pada kemajuan wilayah.

“Inovasi menjadi jalan untuk menjawab tantangan. Saya berterima kasih tvOne telah berinisiatif memberikan apresiasi bagi pemimpin hebat yang telah melakukan inovasi untuk kemajuan daerahnya.” Kata Azwar.

Lebih lanjut, ia menitipkan untuk tidak berhenti berinovasi dan terus melakukan pembenahan dari sisi birokrasi agar layanan bagi masyarakat cepat dan berdampak.

“Selamat para pemimpin hebat, ketika inovasi kita kerjakan, proses bisnis / birokrasi kita pangkas, dan digitalisasi dijalankan, maka layanan akan cepat dan lincah, bermanfaat untuk daerah.” Pesan Azwar.

BP Batam menerima penghargaan “Inovasi Pengembangan Infrastruktur”, yang diberikan atas upaya inovasi pembangunan di bidang infrastruktur yang masif dilakukan membuat dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi Batam dan kemajuan wilayah.

Penghargaan diterima oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan Alexander Zulkarnain, mewakili Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Alexander Zulkarnain menyampaikan apresiasi kepada media tvOne atas penghargaan yang diberikan.

“Terimakasih tvOne bahwa inovasi pembangunan infrastruktur Batam telah dilihat dan diapresiasi melalui Penghargaan tvOne Inovasi Membangun Negeri 2024.” Kata Alex.

Selama beberapa tahun terakhir, BP Batam secara masif telah melakukan inovasi pembangunan infrastruktur dari jalan, pelabuhan, bandara hingga kebijakan pelayanan yang ramah investasi.

Berita lainnya  Terima Audiensi PMII Batam, BP Batam Paparkan Progres Pembangunan Kota

Alex meyakini Infrastruktur yang mumpuni untuk hub logistik internasional akan menarik banyak investasi melalui konektivitas wilayah.

Hal tersebut telah dilakukan BP Batam di masa kepemimpinan Muhammad Rudi dengan inovasi pembangunan yang outlooknya adalah peningkatan investasi, perluasan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Batam.

“Sukses untuk Awards Inovasi Membangun Negeri 2024. Semoga terus bersama melahirkan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan Indonesia.” Tutup Alex.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.