September 8, 2026

Media Terpercaya

Terbukti Selewengkan Gas Bersubsidi, 2 Pangkalan Gas di Batam Diberi Sanksi Pemutusan Hubungan Usaha

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net – Dua pangkalan resmi di Batam mendapat sanksi Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) karena dinilai bandel. Pangkalan yang berada di wilayah Batamkota dan Bengkong tersebut terbukti menyelewengkan dan tidak menyalurkan elpiji bersubsidi kepada masyarakat.

Sales Area Manager (SAM) Kepri Pertamina Patra Niaga Bagus Handoko di Batam menegaskan pihaknya sudah memberi sanksi terhadap pangkalan “bandel”. Sanksi yang diberikan cukup tegas karena dinilai menjadi penyebab masyarakat kesulitan mendapatkan gas di pangkalan resmi.

“Pangkalan itu berada di wilayah Bengkong dan Batamkota, kami lakukan PHU terhadap keduanya karena tidak menyalurkan elpiji kepada masyarakat. Itu langkah tegas kami,” jelas Bagus.

Tak hanya itu, pihaknya juga memberi sanksi terhadap pangkalan yang tidak memberi laporan digital melalui aplikasi MAP. Salah satu sanksi yang diberikan dengan pengurangan kuota penyaluran. Meski begitu, kuota yang kurang dialihkan ke pangkalan lain.

“Sanksi lain ada pengurangan kuota, namun yang kurang itu kami salurkan ke tempat lain,” tegas Bagus.

Menurut agus, saat ini pihaknya juga berupaya mendorong masyarakat kelas menengah ke atas hingga sejumlah usaha untuk menggunakan elpiji non bersubsidi. Terutama untuk usaha laundry agar bisa menggunakan elpiji non subsidi, sehingga peruntukan bagi masyarakat menengah ke bawah tak terganggu.

“Kami dari sisi non-PSO, kami juga memiliki programnya untuk mendorong masyarakat, pelaku usaha menengah ke atas yang masih menggunakan elpiji 3 kg bisa beralih ke Bright Gas. Programnya ‘Brightness, Bright Gas for Your Business’,” katanya.

Sales Branch Manager PT Pertamina Kepri, Gilang Hisyam Hasyemi juga berharap adanya informasi dari masyarakat jika menemukan pangkalan bandel. Salah satunya pangkalan yang menjual elpiji bersubsidi ke usaha laundry atau pengecer.

Berita lainnya  Kepala BP Batam Apresiasi Penangguhan Penahanan 7 Warga Rempang

“Kami berharap masyarakat memberi informasi jika menemukan pangkalan yang bermain,” tegas Gilang.

Sementara Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto Agus Satria mengatakan Pertamina Patra Niaga menyalurkan 70 ribu tabung elpiji bersubsidi di Batam. Penyaluran dilakukan selama 6 hari mulai 18-23 September melalui operasi pasar dan pangkalan.

“Penyaluran kami lakukan secara bertahap ke pangkalan-pangkalan. Harapan, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Bahkan hari libur kami tetap salurkan,” ujar Satria.

Sebanyak 70 ribu tabung elpiji tidak diambil dari jatah para agen. Namun memang peruntukan elpiji subsidi di Batam ditambah, dengan harapan tak ada lagi masyarakat yang panik.

“Penambahan 70 ribu tabung ini juga bukan cadangan untuk akhir tahun. Jadi masyarakat jangan khawatir dan jangan panik,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.