September 8, 2026

Media Terpercaya

Meriahkan Hari Bhakti ke-53 BP Batam, Club Billiar BP Batam Gelar Turnamen Antar Pegawai

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti BP Batam ke-53, Club Billiard BP Batam menggelar Turnamen Billiar antar pegawai, di King Kong Billiard Pool & Cafe, Sabtu (12/10/2024).

Gelaran turnamen billiar ini, selain mendukung gerakan hidup sehat, juga untuk mempererat silaturahmi antara para pegawai di lingkungan BP Batam.

“Saya berharap event yang diselenggarakan oleh setiap komunitas olahraga di lingkungan BP Batam bisa dimanfaatkan untuk menjadi ajang silaturahmi di antara kita sekalian,” ujar Ketua Panitia Turnamen, Al Azahari.

Ia melanjutkan, jalinan silaturahmi yang erat antar unit kerja di lingkungan BP Batam, sangat penting untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi kedepannya.

Terutama dalam memberikan kontribusi bagi peningkatan investasi di Kota Batam. Sesuai dengan misi dari BP Batam.

“Jadi dimulai dari event seperti ini, kita dapat tunjukkan kita bisa bersama, tidak ada kendala, tidak ada batasan, maka untuk hal apapun termasuk pekerjaan kita sehari-hari. Mudah-mudahan berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang sebaik-baiknya,” jelasnya.

Turnamen ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan dalam memeriahkan Hari Bakti BP Batam. Setiap tahunnya, turnamen billiard ini selalu mendapat antusiasme yang tinggi dari seluruh pecinta olahraga billiar di lingkungan BP Batam.

Total, ada 54 peserta dari seluruh unit kerja di lingkungan BP Batam yang ikut berpartisipasi. Dalam ajang turnamen billiar kali ini, panitia menyediakan hadiah berupa uang pembinaan dan piala bagi para pemenang.

Dalam turnamen tersebut, Ade Yulfrinal dari Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam keluar sebagai juara. Setelah berhasil mengalahkan Muhammad Irfan dari Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam.

Sementara semifinalis diraih oleh Al Azahari dari Badan Usaha (BU) SPAM BP Batam dan Yabes dari Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam.

Berita lainnya  Rempang Eco-City Bakal Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tapi bisa berkesinambungan dan bisa diperluas lagi untuk kedepannya,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.