September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Gelar Rakor, Bahas Isu Strategis dan Susun Rencana Kerja Tahun 2025

2 min read

Oplus_131072

Batam, Nusantaratoday.net – Anggota Bidang Kebijakan Strategis Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Enoh Suharto Pranoto beserta jajaran menggelar Rapat Koordinasi pada Jumat (8/11/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan di Cassia Bintan, dan dibuka langsung oleh Plh. Kepala BP Batam, Purwiyanto secara daring melalui aplikasi zoom.

Pada kesempatan ini, masing-masing unit kerja memaparkan isu-isu strategis, program kerja yang telah terlaksana selama periode 2020-2024, dan rencana kerja tahun 2025 untuk mendukung Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

“Rakor ini adalah langkah awal BP Batam sebagai bagian dari Kementerian/Lembaga untuk mendukung capaian RPJMN dan program kerja yang telah digagas oleh pemerintah pusat,” ujar Purwiyanto.

Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan penting untuk menyatukan visi, menyelaraskan strategi, dan menetapkan langkah-langkah yang perlu BP Batam ambil demi tercapainya tujuan bersama.

“Mari manfaatkan pertemuan ini dengan sebaik-baiknya untuk berdiskusi, berbagi ide, dan menyumbangkan pemikiran yang inovatif, demi kemajuan BP Batam ke depan,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto turut mendorong seluruh peserta untuk bahu-membahu menyukseskan Rencana Strategis (Renstra) BP Batam tahun 2025-2029 sebagai turunan dari program kerja pemerintah pusat.

“Beberapa sektor yang dapat BP Batam tangani antara lain penyiapan kajian energi terbarukan, kajian peluang investasi, sistem informasi keuangan yang terintegrasi, dan reformasi birokrasi,” papar Enoh.

Tidak hanya itu, pembahasan program-program prioritas didalam Rencana Induk Kawasan BBK tidak luput dari perhatian Enoh dan tim pada Rakor ini.

Sebut saja pengembangan KEK, pengembangan infrastruktur, dan revitalisasi kawasan industri di Kota Batam.

“Semoga hasil dari rapat kerja ini dapat memberi kontribusi bagi pengembangan BP Batam selama lima tahun ke depan,” pungkas Enoh. (red)

Berita lainnya  Tumpah Ruah, Masyarakat Antusias Hadiri Buka Puasa Bersama Amsakar dan Li Claudia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.