September 7, 2026

Media Terpercaya

Angkat Martabat Wartawan, PJS Komitmen Edukasi Wartawan Untuk Kompeten

2 min read

Jakarta, Nusantaratoday.net – Dalam upaya menciptakan kesetaraan dan meningkatkan kompetensi di kalangan wartawan, Tokoh Pers Nasional yang juga Ketua Umum Pro Jurnalisme Siber (PJS) Mahmud Marhaba menyampaikan visi besar untuk mendobrak stigma yang kerap melekat pada wartawan non organisasi. Ia menyoroti diskriminasi yang terjadi di kalangan pers, terutama label wartawan abal-abal atau wartawan bodrex yang sering kali tidak disertai upaya edukasi yang memadai.

“Saya banyak memprotes teman-teman sesama ahli pers yang sibuk melabeli, tetapi tidak peduli untuk memberikan edukasi. Padahal, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk saling melengkapi dan membantu,” ungkapnya, Jum’at (20/12/2024) melalui sambungan group whasap Web Jurnalistik.

Tekadnya untuk membantu sesama wartawan diwujudkan melalui langkah nyata dengan membuka akses pembelajaran dan pelatihan jurnalistik, khususnya untuk membantu wartawan menghadapi Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Ia meyakini bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengangkat martabat wartawan agar sejajar dan kompeten di dunia pers.

Sebagai bagian dari misinya, mulai Januari mendatang, ia akan membuka kursus jurnalistik dengan fokus pada materi-materi UKW. Program ini bertujuan untuk mengurangi kegugupan para wartawan saat menghadapi Uji Kompetensi Wartawan.

“Saya menyarankan, bahkan sedikit memaksa, agar teman-teman wartawan mengikuti UKW. Jangan takut! Saya siap menjadi mentor jika dibutuhkan. Kita harus bersama-sama belajar agar bisa sejajar dengan yang lain, ” imbuh Mahmud Marhaba.

Mahmud Marhaba juga berbagi pengalaman sukses sebagai mentor yang telah membantu banyak wartawan lulus UKW dan memperoleh predikat kompeten.

“Alhamdulillah, banyak yang saya bimbing dengan materi jurnalistik khusus UKW berhasil lulus. Saya ingin lebih banyak lagi teman-teman wartawan yang merasakan hal yang sama,” lanjutnya.

Selain kursus khusus, ia juga akan melanjutkan jadwal webinar dua Minggu sekali, yang selama ini menjadi platform edukasi bagi banyak wartawan. Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi, tetapi juga membangun solidaritas dan semangat belajar bersama.

Berita lainnya  Hentikan Kriminalisasi Pers di Belitung

Visi besar ini, menurutnya, bukan hanya tentang mengubah persepsi terhadap wartawan yang kerap terdiskriminasi, tetapi juga menciptakan ruang di mana semua wartawan bisa saling melengkapi dan berkembang bersama.

Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi organisasi dan komunitas pers lainnya untuk turut berkontribusi dalam menciptakan dunia jurnalistik yang lebih inklusif dan berkualitas.

“Kita harus percaya bahwa dengan saling mendukung, kita bisa menjadi sejajar dengan yang lain. Kompetensi adalah kunci, dan saya siap mendampingi teman-teman untuk mencapainya. PJS Rumah Kita, ” pungkas Mahmud Marhaba. *(Red/Sur).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.