September 8, 2026

Media Terpercaya

Koarmada RI di Bawah Laksdya Denih Hendrata: Tangguh di Laut, Berprestasi di Darat

2 min read

Jakarta Nusantaratoday.Net – Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) memperingati hari jadinya pada 3 Februari 2025 dengan penuh semangat di bawah kepemimpinan Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, S.E., M.M., CHRMP. Sejak menjabat sebagai Panglima Koarmada RI pada 8 Maret 2024, Laksdya Denih telah membawa berbagai inovasi dan kebijakan strategis guna memperkuat peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Sebagai penjaga utama pertahanan laut, Koarmada RI terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman di perairan nasional. Laksdya Denih menaruh perhatian besar pada patroli maritim di kawasan rawan, seperti Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan perairan perbatasan lainnya. Dengan pendekatan ini, aktivitas ilegal seperti penyelundupan dan illegal fishing mengalami penurunan signifikan, memperkuat ketahanan maritim nasional.

Selain pengamanan laut, Laksdya Denih juga menekankan pentingnya profesionalisme prajurit. Ia menginisiasi berbagai latihan tempur dengan skenario realistis guna mengasah keterampilan teknis dan taktis prajurit Koarmada RI. Selain itu, kerja sama dengan angkatan laut negara sahabat terus diperkuat untuk meningkatkan interoperabilitas dalam operasi bersama, baik dalam latihan militer maupun misi kemanusiaan.

Keberhasilan lain yang mencuri perhatian adalah penyelenggaraan Kejuaraan Karate Piala Panglima Koarmada RI 2024. Dengan lebih dari 2.300 peserta dari berbagai kalangan, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat sipil, ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan fisik dan mental prajurit. Laksdya Denih menegaskan bahwa seorang prajurit laut harus memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai situasi di medan tugas.

Modernisasi alutsista juga menjadi fokus utama di bawah kepemimpinannya. Laksdya Denih mendorong optimalisasi penggunaan teknologi dalam sistem pertahanan maritim, mulai dari peningkatan kemampuan kapal perang hingga integrasi sistem pengawasan laut berbasis digital. Dengan langkah ini, Koarmada RI semakin siap menghadapi ancaman yang lebih kompleks di era modern.

Berita lainnya  Widodo Muktiyo Tegaskan Produk Rancangan Revisi RUU Penyiaran Bukan Dari Menteri Kominfo

Di bidang kemanusiaan, Laksdya Denih mengarahkan Koarmada RI untuk aktif dalam misi tanggap bencana. Kapal perang TNI AL sering dikerahkan untuk membantu distribusi bantuan ke wilayah terdampak bencana alam, seperti banjir dan gempa bumi. Langkah ini membuktikan bahwa selain sebagai kekuatan pertahanan, TNI AL juga berperan besar dalam membantu masyarakat.

Loyalitas dan semangat juang yang tinggi menjadi nilai utama yang selalu ditekankan oleh Laksdya Denih kepada para prajuritnya. Pesannya, “Jadilah Prajurit Laut yang Senantiasa Tangguh di atas Gelombang Samudera,” menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Koarmada RI dalam setiap tugas yang diemban.

Di bawah kepemimpinannya, Koarmada RI yang terdiri dari Koarmada I, II, dan III, tidak hanya semakin kuat dalam menjaga kedaulatan laut, tetapi juga semakin dekat dengan masyarakat. Berbagai program kemanusiaan dan pembinaan prajurit yang diterapkan menunjukkan bahwa Koarmada RI tidak hanya bertugas di medan tempur, tetapi juga menjadi pelindung dan penjaga bagi rakyat Indonesia.

Dengan berbagai inovasi dan pencapaian yang telah diraih, kepemimpinan Laksdya Denih Hendrata membawa Koarmada RI ke tingkat yang lebih tinggi. Semangat Jalesveva Jayamahe yang berarti Di Laut Kita Jaya terus menjadi landasan perjuangan bagi seluruh prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia demi kejayaan bangsa dan negara. ( Red/Hendrata/Sht007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.