September 9, 2026

Media Terpercaya

Tata Kota Makin Indah, Kemajuan Batam Sukses Tarik Minat Wisatawan Mancanegara

2 min read

BATAM, Nusantaratoday.net – Selain sebagai salah satu destinasi unggulan investasi, kemajuan Batam juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata.

Dengan tata kota yang semakin indah dan modern, banyak wisatawan mancanegara (wisman) memilih untuk menghabiskan waktu liburan ke Batam.

“Melalui pembangunan yang berkelanjutan, Batam tumbuh sebagai magnet terhadap sektor pariwisata dan investasi,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Senin (3/2/2025).

Tuty, panggilan akrabnya, meyakini jika perkembangan infrastruktur kota yang kian pesat mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisman.

Infrastruktur yang kian memadai berhasil membuka aksesibilitas ke tempat-tempat wisata di Batam.

Di samping itu, infrastruktur Batam yang kian maju juga memberikan efek domino dengan terus bermunculannya tempat-tempat wisata baru yang menjadi magnet bagi wisman.

Ini terbukti dengan peningkatan jumlah kunjungan pada bulan November 2024 lalu yang mencapai 112.641 kunjungan.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 1,77 persen dibanding kunjungan wisman selama Oktober 2024 sebanyak 110.677 kunjungan.

Wisman berkebangsaan Singapura pun tercatat masih mendominasi jumlah kunjungan dengan persentase mencapai 52,31 persen atau 58.917 kunjungan dari total seluruh kunjungan selama bulan November 2024.

Jumlah kunjungan terbanyak berikutnya adalah wisman asal Malaysia dengan 24.375 kunjungan atau 21,64 persen dari total kunjungan seluruh wisman ke Batam selama November 2024.

Tak hanya negara tetangga, negara lain seperti Tiongkok, India, Filipina, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat juga berkontribusi dalam menyumbang peningkatan kunjungan wisman menuju Batam yang kini dikenal sebagai kota modern dan madani.

“Kita patut bersyukur bahwa Batam masih dilirik oleh wisatawan mancanegara. Multiplier Effect dari kunjungan itu tentu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberi manfaat terhadap perekonomian daerah,” tutup Tuty. (*)

Berita lainnya  Batam Akan Datangkan Industri Semikonduktor Baru

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.