September 8, 2026

Media Terpercaya

Berkas Usulan Penetapan Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra ke DPRD Batam

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam telah menyerahkan berkas usulan penetapan dan pengangkatan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra sebagai anggota Wali Kota dab Wakil Wali Kota Batam kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam.

Langkah ini merupakan rangkaian tindak lanjut setelah KPU Batam menetapkan pasangan tersebut sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batam terpilih melalui rapat pleno yang digelar di salah satu hotel di Batam Center, Kamis, 6 Februari 2025.

Rapat pleno KPU Batam tersebut dilakukan sebagai respons atas putusan sela Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan hasil Pilkada Batam 2024 yang diajukan oleh tim Nuryanto – Hardi Selamat Hood (NADI).

Ketua KPU Batam, Mawardi, menjelaskan bahwa proses penyampaian berkas usulan penetapan dan pengangkatan calon terpilih telah dilakukan pada Jumat, 7 Februari 2025 pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, rapat paripurna di DPRD Batam akan dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB.

“Tahapan ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Kami berharap semua tahapan dapat terlaksana tepat waktu,” ujar Mawardi.

Mawardi juga mengonfirmasi bahwa pelantikan pasangan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batam dijadwalkan akan dilaksanakan secara serentak di Istana Negara pada tanggal 20 Februari 2025.

“Iya, pelantikan ikut tanggal 20 Februari 2025, informasinya di Istana Negara,” tambahnya.

Penetapan pasangan calon terpilih ini merupakan tahapan teknis terakhir dalam Pilkada Batam 2024 yang dilaksanakan oleh KPU Batam. Sesuai aturan, KPU Kabupaten/Kota wajib menetapkan calon terpilih maksimal tiga hari setelah putusan MK keluar.

“Pelantikan bukan ranah kami. Kami hanya menetapkan sesuai PKPU Nomor 18 Tahun 2024. Kami menetapkan pasangan terpilih satu hari setelah putusan MK keluar,” jelas Mawardi.

Berita lainnya  Fraksi-fraksi DPRD Kota Batam Setujui Lanjutkan Pembahasan Ranperda APBD-P

Setelah seluruh tahapan Pilkada Batam ini selesai, KPU Batam akan melakukan evaluasi terhadap tahapan Pilwako (Pemilihan Walikota) dan Pilgub (Pemilihan Gubernur) di Kepulauan Riau (Kepri), serta pengakhiran data pemilih berkelanjutan.

Dengan demikian, proses demokrasi di Batam terus berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menegaskan komitmen KPU Batam untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pemilihan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.