September 9, 2026

Media Terpercaya

DPRD Batam Tetapkan Amsakar Achmad dan Li Claudia sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menetapkan pasangan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam terpilih periode 2025-2030, pada Rapat Paripurna Penetapan  pada Jumat (07/02/2025).

Penetapan ini dilakukan setelah DPRD Kota Batam menerima salinan hasil Rapat Pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam pada Kamis (06/02/2025). Dengan demikian, hasil pemilihan kepala daerah yang telah ditetapkan KPU mendapat legitimasi dari lembaga legislatif setempat.

Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, dalam pernyataannya mengumumkan secara resmi hasil keputusan tersebut. Kamaluddin juga menyampaikan bahwa untuk proses administrasi pengusulan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, dokumen rapat paripurna tersebut akan segera disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).

“Setelah mendengarkan keputusan KPU Kota Batam dan mengacu pada keputusan tersebut, dengan ini kami mengumumkan penetapan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam terpilih hasil Pilkada serentak tahun 2024 atas nama Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra,” ujarnya.

Usai penetapan, Amsakar Achmad menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan menggelar perayaan khusus terkait kemenangan ini. Sebaliknya, ia bersama Li Claudia Chandra lebih memilih untuk segera fokus pada agenda pemerintahan yang telah disiapkan. Beberapa langkah awal yang dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam guna memastikan transisi pemerintahan berjalan dengan baik.

Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan, turut mengapresiasi penetapan pasangan Amsakar-Li Claudia sebagai kepala daerah terpilih. Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Batam siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program-program prioritas, termasuk memastikan program makan siang gratis dapat diimplementasikan secara luas di seluruh sekolah di Kota Batam.

Berita lainnya  Tim Futsal DPRD Kota Batam Gelar Pertandingan Persahabatan Dengan Tim Dispora

“Kami berharap ke depan, DPRD dan Pemko Batam dapat terus bekerja sama dengan baik demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, serta didampingi oleh Wakil Ketua I DPRD Aweng Kurniawan, Wakil Ketua II DPRD Budi Mardianto, dan Wakil Ketua III DPRD Hendra Asman. Kehadiran unsur pimpinan DPRD ini menegaskan pentingnya keputusan yang diambil dalam rapat tersebut.

Sebelumnya, Ketua KPU Batam, Mawardi, dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rekapitulasi suara, pasangan Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra berhasil meraih 278.132 suara atau 66,01 persen dari total suara sah. Dengan perolehan suara tersebut, pasangan ini unggul signifikan dari pesaingnya dan dinyatakan sah sebagai pemenang Pilkada Kota Batam 2024.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.