September 8, 2026

Media Terpercaya

Terima Kunjungan SMK Negeri 1 Tanjungpinang, BP Batam Sampaikan Kemajuan Batam

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan pembelajaran dari SMK Negeri 1 Tanjungpinang, di Balairungsari BP Batam, Jumat (14/2/2025).

Rombongan diterima oleh Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait. Dimana rombongan ini terdiri dari guru dan 104 siswa/siswi pemasaran digital dan retail.

“Semoga melalui kunjungan ke BP Batam ini dapat memberikan wawasan yang berharga untuk kita semua,” ujar Ariastuty.

Ariastuty melanjutkan, pada tahun 2025 ini BP Batam menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 60 triliun. Hal ini dalam rangka tercapainya target pertumbuhan ekonomi secara nasional sebesar 8 persen.

“Salah satu kegiatan yang dapat mendukung untuk mencapai ini, kita akan menyusun strategi pemasaran atau strategi promosi dengan baik demi tercapainya pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun 2023 lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Batam sebesar 7,04 persen. Sementara untuk tahun 2024, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Batam masih berada diatas 7 persen.

Dengan sejumlah sektor industri yang tengah berkembang diantaranya, industri manufaktur, industri jasa, serta industri maritim.

Sehingga dengan pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh, maka akan terbuka lebar peluang untuk generasi muda terlibat dalam dunia kerja atau industri kedepannya.

“Dengan perkembangan ekonomi ini, keahlian yang dipelajari adik-adik saat ini, akan sangat relevan sekali dengan industri yang ada di Kota Batam,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Program Keahlian Pemasaran SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Pitri Ramiati menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh BP Batam.

Ia mengatakan, banyak pengetahuan baru yang dapat diserap oleh siswa/siswi maupun guru SMK Negeri 1 Tanjungpinang.

Salah satunya adalah, pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang berada diatas angka 7 persen. Dimana angka ini, kata Pitri, merupakan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sangat luar biasa.

Berita lainnya  BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola dari Perbatasan

“Kami berterima kasih karena telah diberikan informasi mengenai kemajuan Kota Batam dan mengenal BP Batam secara keseluruhan. Kami berharap, kedepannya anak-anak kami dapat membuka mindsetnya untuk berkontribusi dimana pun berada,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.