September 8, 2026

Media Terpercaya

Kepala BP Batam Siap Wujudkan Batam sebagai Pusat Investasi dan Pariwisata Terdepan

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net – Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Batam dengan agenda Penyampaian Pidato Sambutan Wali Kota Batam Masa Jabatan 2025 – 2030 pada Senin (3/3/2025) di Kantor DPRD Kota Batam.

Amsakar dalam sambutannya sebagai Wali Kota Batam bersama Li Claudia selaku Wakil Wali Kota Batam berkomitmen melanjutkan pembangunan Batam dari sisi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, transportasi, hingga kualitas hidup masyarakat untuk menjadikan Batam sebagai pusat investasi dan pariwisata terdepan.

“Sebagian besar pembangunan infrastruktur telah selesai pada masa kepemimpinan Wali Kota Batam periode sebelumnya, kedepannya saya dan Ibu Li Claudia berkomitmen membangun sektor-sektor yang mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat Batam,” terang Amsakar.

Sebagai upaya menyukseskan perbaikan kualitas hidup masyarakat Batam, Amsakar bersama Li Claudia mengusung tema “Tuntaskan Pembangunan Batam” yang akan di implementasikan melalui tujuh program prioritas, yaitu:
1.Penyediaan air bersih untuk masyarakat;
2.Penanggulangan banjir dengan menyediakan pompa;
3.Insentif bagi lansia untuk meningkatkan kesejahteraan mereka;
4.Seragam gratis untuk siswa SD dan SMP guna meringankan beban orang tua;
5.Pinjaman tanpa bunga untuk UMKM, sebagai dukungan bagi pelaku usaha kecil;
6.Kemudahan layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP;
7.Jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online dan awak perahu pancung.

Apresiasi turut disampaikan Amsakar kepada masyarakat Batam atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan Batam hingga hari ini dirinya dapat melanjutkan estafet kepemimpinan di Batam.

“Terima kasih kepada masyarakat Batam atas dukungannya selama ini hingga hari ini saya dan Ibu Li Claudia dapat melanjutkan estafet pembangunan Batam. Insyaallah kami siap mewakafkan diri kami dan ber-ikhtiar membawa kemajuan bagi Batam sesuai Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Amsakar.

Berita lainnya  Kepala BP Batam Tinjau Pekerjaan Akhir Proyek Flyover Sei Ladi

Dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh Pejabat Tingkat II di lingkungan BP Batam ini, Amsakar juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan Forkopimda untuk menyatukan hati bergerak bersama membangun Batam.

“Mari kita bersama-sama kembali kompak, satukan hati bergerak bersama membangun Batam sebagai kota yang harmonis dan humanis,” seru pria bergelar doktor ini. (MI)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.