September 9, 2026

Media Terpercaya

Asrama Haji Siap Sambut Jamaah, BP Batam Lakukan Peninjauan Langsung

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Anggota Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait meninjau langsung kesiapan Asrama Haji Batam Center menjelang keberangkatan jemaah calon haji 1446 H/2025 M, pada Senin (28/4/2025) siang.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas dan pelayanan siap mendukung kelancaran proses embarkasi haji, yang merupakan kerjasama antara BP Batam dengan Kementerian Agama RI.

Dalam tinjauan tersebut, Ariastuty didampingi oleh Manajer Operasional dan Pemeliharaan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Evi Elfiana Bangun, meninjau sejumlah titik penting seperti area kamar, ruang makan, ruang X-ray, area keberangkatan, klinik, dan lainnya.

“Kesiapan infrastruktur dan pelayanan di Asrama Haji ini sangat penting untuk memastikan jemaah dapat berangkat dengan tenang, sehat, dan aman. Kami ingin pastikan semuanya berjalan sesuai standard yang ditetapkan,” ujar Ariastuty dalam keterangannya.

Asrama Haji Batam Center merupakan embarkasi utama bagi jemaah calon haji dari tiga provinsi, yaitu, Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat dengan jumlah total 8.930 orang.

Sementara jemaah dari Provinsi Jambi sejumlah 2.910 orang akan menggunakan Asrama Haji sebagai lokasi transit, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi secara bertahap (kloter) melalui Embarkasi Batam.

Proses embarkasi sendiri akan berlangsung mulai tanggal 1 Mei sampai 31 Juli 2025.

Lebih lanjut Ariastuty merinci, jumlah tempat tidur di Asrama Haji Batam Center yang siap dipakai untuk jemaah calon haji yakni 776 unit per harinya, dan akan dimanfaatkan selama masa embarkasi.

“Kami memastikan bahwa seluruh jemaah, baik yang berasal dari daerah embarkasi menginap maupun yang transit, akan mendapatkan layanan terbaik,” kata Ariastuty.

BP Batam juga berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk melalui koordinasi lintas instansi, pengamanan jalur keberangkatan, dan jemaah lansia maupun berkebutuhan khusus.

Berita lainnya  Pameran Foto Pembangunan Batam Meriahkan Big Food Festival

“Kami berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyu,” tutup Ariastuty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.