September 9, 2026

Media Terpercaya

Jaga Kondusifitas Iklim Investasi di Batam, Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Kunjungi Kawasan Industri Batamindo

2 min read

Oplus_16777216

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berkomitmen menjaga kelancaran dan kondusifitas iklim investasi di Batam.

Upaya ini diwujudkan salah satunya melalui agenda kunjungan lapangan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Djemy Francis ke Kawasan Industri yang ada di Batam.

Pada hari Senin (26/5/2025), Fary dalam agenda perdananya mengunjungi Kawasan Industri, Batamindo menjadi destinasi pertamanya untuk melihat langsung kegiatan operasional industri disana.

“Kami sengaja hadir disini pertama-tama saya ingin berkenalan dengan Bapak/Ibu pelaku usaha di kawasan industri, selanjutnya saya ingin dengar langsung terkait tantangan maupun persoalan yang dihadapi para pelaku usaha sehingga saya bersama tim yang hadir harapannya bisa memberikan solusi terbaik secepatnya,” terang Fary.

Fary turut menjelaskan bahwa Kepala – Wakil Kepala BP Batam, Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra bersama jajaran berkomitmen mengawal kemajuan Batam khususnya melalui sektor investasi yang inklusif sehingga dapat memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat.

“Kami di BP Batam meyakini salah satu kekuatan perekonomian Batam ada di kawasan industri, oleh karena itu kami berkomitmen mendukung sepenuhnya kelancaran berusaha serta memfasilitasi para pelaku usaha agar kegiatan operasional perusahaannya dapat terus membawa kemajuan bagi peningkatan investasi yang inklusif di Batam,” kata Fary.

“Kami turut mengapresiasi Batamindo yang telah berkontribusi dan beroperasi di Batam sejak tahun 1990, harapannya ke depan kita dapat terus berkolaborasi membawa kemajuan bagi Batam khususnya dari sektor industri,” pungkas pria bergelar Doktor ini.

Selepas berdiskusi di Wisma Batamindo, Fary berkesempatan melihat kegiatan produksi di salah satu perusahaan di kawasan Batamindo yaitu PT Pegaunihan Teknologi Indonesia.

Merespon hal yang disampaikan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, General Manager Batamindo, Mook Sooi Wah juga mengapresiasi dukungan BP Batam selama ini dan mengaku senang atas program kunjungan dari BP Batam ini.

Berita lainnya  Gelar FGD, PDSI BP Batam Kenalkan Layanan Data Center ke Diskominfo Sumsel

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan serta assist dari BP Batam kepada kami selama ini,” ujar Mook.

“Mengenai program yang dijalankan Pak Deputi, kami sangat senang karena lewat momen ini kami bisa sharing langsung dengan Beliau dan timnya berkaitan tentang persoalan serta tantangan yang kami hadapi baik dalam operasional yang saat ini berjalan maupun dalam rencana ekspansi bisnis kami,” pungkas Mook.

Kunjungan lapangan yang dipimpin oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan sebagai upaya jemput bola dari BP Batam untuk menyerap aspirasi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha di Batam dalam menjalankan bisnisnya.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa; Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Harlas Buana; Direktur Evaluasi dan Pengendalian, Asep Lili Holilulloh; Staf Khusus Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Billy Mambrasar dan Auliya Ahmad Syauqi; serta beberapa Pejabat Tingkat III dan IV di lingkungan BP Batam. (MI)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.