September 8, 2026

Media Terpercaya

PLN Batam Hadirkan Layanan Khusus Kelistrikan, Dorong Pertumbuhan Industri di Batam

2 min read

Oplus_16777216

Batam, Nusantaratoday.net – Di tengah persaingan industri yang makin kompetitif, kecepatan produksi dan kualitas hasil menjadi kunci utama bagi pelaku usaha. Namun, semua itu tak akan tercapai tanpa satu elemen vital, yaitu pasokan listrik yang andal.

Hadir menjawab tantangan tersebut, PLN Batam menghadirkan layanan khusus kelistrikan yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan sektor industri dan bisnis di Batam.

Layanan ini hadir sebagai solusi inovatif yang memberikan jaminan pasokan listrik dari lebih dari satu sumber jaringan transmisi dan distribusi, tegangan yang dapat disesuaikan, tanpa gangguan, dan pastinya tanpa kedip.

Langkah strategis ini langsung mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha di Batam. Tahun 2025 mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah perusahaan yang melakukan migrasi ke layanan khusus PLN Batam. Mereka tak lagi sekadar menjadi pelanggan biasa, melainkan mitra strategis dalam upaya menciptakan ekosistem industri yang tangguh.

Salah satu pelanggan PLN Batam dari kawasan industri Tunas Prima, Fredy Wibowo, menyampaikan apresiasinya terhadap peningkatan pelayanan yang diberikan PLN Batam.

“Kami menyambut baik inovasi layanan yang dilakukan PLN Batam. Dengan menjadi pelanggan layanan khusus, kami merasa lebih nyaman dalam menjalankan kegiatan usaha, khususnya dari sisi keandalan listrik,” ujar Fredy.

Respons positif dari dunia usaha menjadi pemicu semangat bagi PLN Batam untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan yang semakin andal. Tujuannya tak lain adalah untuk memberikan layanan sesuai standar tinggi yang telah dijanjikan kepada pelanggan layanan khusus.

PLN Batam percaya bahwa kemitraan erat dengan pelaku usaha akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Batam sebagai kota industri berkelas dunia yang berkelanjutan.

“Kami tidak hanya menyediakan listrik. Kami menyediakan rasa aman, stabilitas, dan kepercayaan, agar pelaku usaha dapat fokus berkembang dan berinovasi,” Pungkas Dirut PT PLN Batam Kwin Fo. (red)

Berita lainnya  PLN Batam Tambah SPKLU Ultra Fast Charging Kendaraan Listrik, Total Ada 26 Titik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.