September 9, 2026

Media Terpercaya

Rampungkan Proyek Wind Tower Senilai USD 22 Juta, Batam Tunjukkan Tetap Jadi Magnet Investasi Global

2 min read

Oplus_16777216

Batam, Nusantaratoday.com – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyambut baik pelepasan proyek Empire Wind (Wind Tower) ke Amerika Serikat di Seatrium Batam Yard, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Senin (7/7/2025).

Proyek berbobot 4.200 ton ini bagian dari kerja sama Seatrium dan Equinor dengan nilai investasi mencapai USD 22 juta. Sebanyak  4.000 tenaga kerja baik lokal maupun asing terlibat dalam produksi sepanjang 1,5 tahun tersebut.

Amsakar mengaku terkesan dan menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan sektor manufaktur dan ekspor produk unggulan Batam ke pasar internasional.

“Ini pencapaian luar biasa. Batam tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tapi sudah tampil di panggung dunia. Kami bangga produk Batam berkontribusi pada proyek energi terbarukan global,” ujar Amsakar saat sambutan.

Amsakar yang juga Walikota Batam menegaskan, pelepasan struktur wind tower ini bukan sekadar pengiriman barang, tetapi simbol kekuatan industri Batam dalam kemitraan strategis global.

Ia berharap keberhasilan ini dapat membuka peluang proyek-proyek besar berikutnya ke Batam, sehingga memperkuat pertumbuhan industri dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Mudah-mudahan ini jadi awal dari lebih banyak proyek besar yang masuk dan penciptaan lapangan kerja baru kedepannya,” harapnya.

“Selamat atas capaian ini dan terima kasih untuk kerja yang luar biasa. Ini kebanggaan bagi kita semua,” serunya mengakhiri.

Sementara, Presiden Director Seatrium Batam Yard, Cai Yi Xiang, juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak. Menurutnya, meski penuh tantangan, proyek ini tuntas tepat waktu tanpa insiden.

“Pencapaian luar biasa ini mencerminkan nilai-nilai inti kami yaitu keselamatan dan kualitas serta dedikasi setiap individu yang bekerja pada proyek ini,” ujarnya.

Yi Xian berharap agar kolaborasi serupa terus berlanjut untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Berita lainnya  BP Batam Ramaikan Pameran ITT Expo 2024, Target Tarik Investor Jawa-Bali

Project Manager Equinor, Sibjin Lomheim, turut mengapresiasi peran penting Batam dalam proyek ini. “Ini hasil kerja keras luar biasa dari semua pihak,” serunya.

Jacket struktur wind tower ini akan menjadi fondasi penting dari turbin angin lepas pantai di Pantai Timur Amerika Serikat dan bukti nyata dari komitmen global dalam pengembangan energi terbarukan dan berkelanjutan. (a)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.