September 8, 2026

Media Terpercaya

Pelantikan Menteri dan Wamen Haji: PJS Siap Kawal Transparansi dan Pelayanan Umat

2 min read

Oplus_16908288

JAKARTA, Nusantaratoday.net – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, hari ini, Senin (08/09/2025), resmi mengambil sumpah KH. Mochmad Irfan Yusuf Hasyim sebagai Menteri Haji dan Umrah serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri. Pelantikan ini menandai dimulainya era baru pengelolaan ibadah haji di Indonesia melalui kementerian khusus yang dibentuk untuk menjawab kompleksitas persoalan haji.

Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (DPP PJS) menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pelantikan kedua pejabat tersebut. Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, menegaskan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah wujud komitmen negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia.

“Selamat kepada Bapak KH. Mochmad Irfan Yusuf Hasyim dan Bapak Dahnil Anzar Simanjuntak yang telah resmi dilantik. Ini adalah kementerian yang membawa simbol komitmen ibadah umat Muslim. Semua dilakukan dengan penuh pengabdian untuk kelancaran pelaksanaan ibadah haji. Kami berharap kementerian ini menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab semata-mata karena Allah SWT,” ujar Mahmud.

Ia menambahkan, berbagai persoalan yang pernah mencuat pada masa lalu, mulai dari pembatalan keberangkatan jamaah, masalah pengelolaan kuota, hingga dugaan penyalahgunaan dana, tidak boleh terulang lagi. Menurutnya, kasus-kasus tersebut telah mencoreng wajah lembaga negara dan menodai niat suci umat dalam menunaikan ibadah haji.

“Jangan ada lagi haji yang batal berangkat. Jangan ada lagi kuota yang hilang di tengah jalan. Kementerian ini harus menjadi solusi sekaligus penegas bahwa negara hadir melayani umat,” tegasnya.

PJS juga menegaskan kesiapan untuk mendukung kerja-kerja Kementerian Haji dan Umrah, terutama dalam menghadirkan pemberitaan positif, edukatif, dan berimbang. Dukungan ini diyakini akan memperkuat transparansi, membangun kepercayaan publik, sekaligus menjaga marwah ibadah haji sebagai ibadah suci umat Muslim.

Berita lainnya  Kolaborasi Indonesia-Jepang Perkuat Kompetensi Mahasiswa dalam Menghadapi Tantangan Pasar Kerja Global

Hal senada juga diungkapkan jajaran pimpinan PJS lainnya. Ketua Dewan Penasehat H.M Farid Aljawi, SE., MH, Ketua Dewan Pembina Troy Pomalingo, SE., MM, Ketua Dewan Pakar Rizaludin Kurniawan, M.Si, dan Ketua Dewan Etik Dede Zaki Mubarok, S.Ag, menyampaikan dukungan penuh serta ucapan selamat atas pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah. Mereka berharap kehadiran kementerian dapat menjadi teladan dalam pelayanan publik, sekaligus memperkuat sinergi dengan media di tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

Dengan dukungan penuh masyarakat dan pengawalan dari media, Kementerian Haji dan Umrah diharapkan mampu mewujudkan tata kelola haji yang bersih, transparan, serta menjamin kenyamanan jamaah. Langkah ini sekaligus mempertegas peran negara dalam memastikan ibadah haji berjalan lancar tanpa persoalan yang membebani umat.##

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.