September 8, 2026

Media Terpercaya

Ketua DPC PJS Batam Gusman,  Dorong Penegakan Perda Terkait Kebersihan Batam

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Kota Batam, Gusmanedy Sibagariang, A.Md, mendorong pemerintah kota Batam untuk lebih tegas dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) tentang kebersihan. Ia menilai, upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan amanah yang harus dijalankan seluruh elemen masyarakat demi citra Batam sebagai kota investasi sekaligus destinasi pariwisata internasional.

Menurutnya, Batam bukan sekadar kota industri dan investasi, melainkan juga pintu gerbang Indonesia yang langsung berhadapan dengan dunia internasional. Oleh karena itu, perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan harus mencerminkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian.

“Batam adalah wajah bangsa Indonesia di mata internasional. Oleh sebab itu, masyarakat harus disiplin. Penegakan perda kebersihan adalah amanah yang wajib dijalankan setiap insan yang mendiami Kota Batam,” tegas Gusmanedy saat ditemui di kediamannya, Kamis pagi (25/9/2025).

Lebih jauh, Gusmanedy mengingatkan bahwa masalah kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kesadaran bersama seluruh warga. Dengan partisipasi aktif masyarakat, program kebersihan dapat berjalan efektif sehingga lingkungan tetap asri dan daya tarik pariwisata Batam semakin meningkat.

Ia menekankan bahwa penegakan perda kebersihan harus dilakukan secara konsisten, baik melalui pengawasan maupun pemberian sanksi yang tegas bagi pelanggar. Hal ini penting agar aturan tidak hanya menjadi formalitas, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi keberlangsungan hidup masyarakat Batam.

“Jika kita ingin Batam dikenal sebagai kota modern, kota investasi, dan kota pariwisata, maka kebersihan harus menjadi budaya. Pemerintah harus hadir menegakkan perda, sementara masyarakat harus membiasakan diri menjaga lingkungan. Hanya dengan cara ini, Batam bisa menjadi contoh wajah Indonesia yang membanggakan,” tambahnya.

Dengan dorongan ini, Gusmanedy berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat berjalan lebih harmonis, sehingga Batam tidak hanya menjadi pusat investasi yang maju, tetapi juga kota yang nyaman, bersih, dan berkelas dunia.(*)

Berita lainnya  Dinas Koperasi Kota BatamTegaskan Persoalan KSP Maas Lumbung Rezeki Hanya Kesalahpahaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.