September 8, 2026

Media Terpercaya

Dinas Koperasi Kota BatamTegaskan Persoalan KSP Maas Lumbung Rezeki Hanya Kesalahpahaman

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net – Polemik yang sempat mencuat terkait operasional KSP Maas Lumbung Rezeki dipastikan telah selesai dan dinyatakan clear, setelah dilakukan klarifikasi dan perdamaian antara kedua belah pihak yang di fasilitasi oleh Dinas Koperasi dann Usaha Mikro Kota Batam.
Pengawas Koperasi Wilayah Batam Kota sekitarnya, Rinto Silitonga, menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan pelanggaran, melainkan murni kesalahpahaman antara pengurus koperasi dan pihak anggota.

“Itu hanya kesalahpahaman antara pengurus koperasi dan anggota. Kami sudah memfasilitasi kedua belah pihak untuk duduk bersama, melakukan klarifikasi, dan seluruh persoalan telah diselesaikan dengan baik,” ujar Rinto Silitonga pada jumat (23-01-2026)

Ia menjelaskan, dalam proses fasilitasi tersebut, pengawasan koperasi telah memeriksa dokumen perjanjian pinjaman, mekanisme pembiayaan, serta menjelaskan kembali hak dan kewajiban masing-masing pihak agar tidak terjadi multitafsir di kemudian hari.

Adapun hasil klarifikasi resmi yang disampaikan oleh pihak koperasi dan diperkuat oleh pengawasan Dinas Koperasi Kota Batam mencakup beberapa poin penting.

Pertama, legalitas koperasi. KSP Maas Lumbung Rezeki merupakan koperasi simpan pinjam yang resmi, memiliki izin lengkap, dan terdaftar serta berada dalam pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam.

Kedua, terkait biaya sebesar Rp4.000.000 yang sempat dipersoalkan. Biaya tersebut merupakan biaya yang timbul dari perjanjian pinjaman, termasuk di dalamnya satu bulan cicilan, dan telah disepakati sejak awal oleh para pihak.

Ketiga, mengenai asuransi. Koperasi menegaskan bahwa pinjaman tidak dilengkapi asuransi jiwa, namun agunan yang dijaminkan telah dicover asuransi kebakaran, sesuai dengan perjanjian dan ketentuan yang berlaku dalam koperasi simpan pinjam.

Keempat, terkait bunga pinjaman, KSP Maas Lumbung Rezeki dinilai menjalankan skema pembiayaan dengan bunga yang relatif ringan, serta bertujuan membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan anggota koperasi.

Berita lainnya  Kepala BP Batam Ajak Masyarakat Rempang Berdialog

Kelima, dari keseluruhan klarifikasi tersebut, tidak ditemukan pelanggaran aturan perkoperasian, dan persoalan yang sempat muncul dinyatakan sebagai kesalahpahaman akibat kurangnya pemahaman terhadap isi perjanjian pinjaman.
Rinto Silitonga juga mengimbau masyarakat agar ke depan lebih cermat membaca dan memahami setiap isi perjanjian, serta tidak ragu untuk berkonsultasi langsung dengan koperasi maupun Dinas Koperasi apabila terdapat hal yang belum dipahami.

Sementara itu, pihak manajemen KSP Maas Lumbung Rezeki menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan transparansi, komunikasi, dan edukasi kepada anggota, guna mencegah terulangnya persoalan serupa serta menjaga kepercayaan publik terhadap koperasi.
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, Dinas Koperasi Kota Batam berharap tidak lagi terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, serta aktivitas KSP Maas Lumbung Rezeki dapat berjalan normal sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.