September 8, 2026

Media Terpercaya

Lapangan Jadi Saksi, Batam dan Singapura Pererat Hubungan Lewat Bola Voli

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Pertandingan persahabatan bola voli putera dan puteri antara BP Batam, VTeam, dan UN-Collective Singapore resmi dibuka pada Sabtu (4/10/2025) di Sporthall Temenggung Abdul Jamal.

Ajang olahraga lintas negara ini menjadi momentum berharga dalam mempererat hubungan baik antara Batam dan Singapura melalui semangat sportivitas dan kolaborasi.

Kegiatan dua hari yang digelar pada 4–5 Oktober 2025 ini dibuka secara resmi oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam sekaligus Manager Tim Bola Voli BP Batam, Ariastuty Sirait.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pertandingan ini tidak hanya menjadi arena unjuk kemampuan atlet, tetapi juga sarana membangun jejaring dan memperkuat hubungan antarinstansi dan antarnegara.

“Pertandingan ini bukan hanya ajang unjuk kemampuan, tetapi juga bentuk nyata dari kolaborasi, saling menghargai, dan membangun koneksi positif antara Batam dan Singapura,” ujar Ariastuty di hadapan para peserta dan penonton yang memadati arena.

Pertandingan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bakti BP Batam ke-54, yang jatuh pada 26 Oktober 2025 mendatang.

Melalui kegiatan olahraga seperti ini, BP Batam ingin menghadirkan semangat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai solidaritas di lingkungan kerja sekaligus memperluas jejaring internasional Batam sebagai kawasan strategis.

Kehadiran Vice Consul of Singapore in Batam, Bynes Lau, turut menambah kehormatan dalam acara ini. Beliau menyampaikan apresiasinya atas inisiatif BP Batam yang terus menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak di Singapura melalui kegiatan yang positif dan membangun.

Sementara itu, VTeam Manager, May Leon, menuturkan rasa antusiasnya dapat kembali berlaga di Batam setelah cukup lama tidak bertemu dengan tim BP Batam.

“Sudah satu setengah tahun sejak terakhir kali kami bertanding dengan tim BP Batam. Senang rasanya akhirnya bisa kembali ke Batam dan merasakan semangat kompetisi yang sehat dan penuh persahabatan,” ujarnya penuh haru.

Berita lainnya  Pemerintah Segera Tetapkan Rempang Menjadi Kawasan Transmigrasi

Melalui kegiatan ini, BP Batam berharap hubungan baik antara kedua wilayah dapat semakin erat, tidak hanya dalam bidang ekonomi dan sosial, tetapi juga melalui semangat kebersamaan di dunia olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.