September 8, 2026

Media Terpercaya

Ketua DPRD Kota Batam Ikuti Upacara Hari Pahlawan: “Perjuangan Belum Selesai”

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Semangat kepahlawanan menyelimuti pagi yang cerah di Lapangan Upacara Mako Kodaeral IV Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Senin (10/11/2025).

Ratusan peserta berdiri tegak, khidmat mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan Tingkat Kota Batam Tahun 2025.

Di antara deretan pimpinan daerah, tampak Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, juga turut mengambil bagian dalam momen yang sarat makna ini.

Suasana upacara berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Dentuman genderang, lantunan lagu kebangsaan, serta kibaran merah putih di langit Batam menjadi simbol penghormatan bagi para pahlawan bangsa yang telah gugur di medan juang.

Usai upacara, seluruh peserta bergerak menuju dermaga Mako Kodaeral IV. Di sana, prosesi tabur bunga di laut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, khususnya mereka yang gugur dalam pertempuran laut demi menjaga kedaulatan Indonesia. Tabur bunga berlangsung tenang, hanya diiringi doa dan percikan air laut yang membawa keheningan.

Dalam kesempatan itu, H. Muhammad Kamaluddin menyampaikan pesan mendalam tentang makna Hari Pahlawan.

“Kita perlu memaknai dan meresapi perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga tanpa pamrih. Perjuangan membangun bangsa ini belum selesai dan memerlukan pengorbanan kita semua, baik tenaga maupun pikiran, agar bangsa ini semakin maju dan menjadi bangsa yang besar,” ujarnya penuh semangat.

Kamaluddin juga mengajak masyarakat Batam untuk senantiasa mendoakan arwah para pahlawan, serta meneladani semangat juang mereka dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita doakan para pahlawan yang telah mendahului kita, semoga perjuangan mereka bernilai ibadah di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” tambahnya.

Berita lainnya  Tertarik Bahas e-SPPD, Peserta Workshop Asdeksi Kunjungi Sekretariat DPRD Kota Batam

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Batam juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada sejumlah tokoh bangsa yang telah berjasa besar bagi Indonesia.

Baginya, peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air di tengah tantangan zaman.

“Peringatan ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berjuang membangun negeri, melanjutkan cita-cita para pahlawan dengan cara kita masing-masing,” tutup Kamaluddin.

Dengan berakhirnya tabur bunga, gelombang kecil di laut Batam seakan membawa pesan abadi dari para pahlawan: bahwa perjuangan memang tak pernah berhenti, selama bangsa ini masih berdiri dan berjanji untuk terus maju. (r/rml008)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.