September 7, 2026

Media Terpercaya

DPRD Kepri Sambut Kunjungan Hormat Adun Negeri Johor

2 min read

Tanjungpinang, Nusantaratoday.Net –  DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerima kunjungan delegasi dari Malaysia, yaitu Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Negeri Johor (Kota Iskandar), yang dipimpin oleh Yang Berhormat Datuk Haji Pandak bin Haji Ahmad, di ruang rapat Ketua DPRD Kepri pada Sabtu siang, (8/11/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, khususnya antara Provinsi Kepulauan Riau dan Negara Bagian Johor.

Pimpinan DPRD Provinsi Kepri, yang terdiri dari Wakil Ketua I Hj. Dewi Kumalasari, Wakil Ketua II T. Afrizal Dachlan, dan Wakil Ketua III H. Bakhtiar, menerima delegasi tersebut dengan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Diskusi antara kedua belah pihak berlangsung dalam suasana yang sangat positif, dengan membahas berbagai peluang kerjasama dan potensi pembangunan kawasan strategis di Indonesia, khususnya di Kepri.

ADUN (Ahli Dewan Undangan Negeri) merupakan badan legislatif di tingkat negara bagian di Malaysia. Di Johor, Dewan Undangan Negeri bertugas membuat undang-undang yang berlaku di wilayah tersebut. Kota Iskandar, pusat pemerintahan administratif Johor, merupakan wilayah yang termasuk dalam koridor ekonomi khusus Iskandar Malaysia di selatan Johor. Meskipun Johor Bahru tetap menjadi ibu kota dan pusat ekonomi negara bagian, Kota Iskandar menjadi bagian penting dari pembangunan kawasan tersebut.
Dalam kunjungan kali ini, delegasi ADUN Johor Kota Iskandar mengungkapkan niat mereka untuk memperoleh wawasan mengenai strategi pembangunan kawasan di Indonesia, terutama di Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk memperkokoh hubungan persahabatan serta meningkatkan kerjasama dua negara di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri, Hj. Dewi Kumalasari, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan yang telah terjalin dengan baik antara Kepri dan Johor.

Berita lainnya  Mari Masyarakat Kepri Melihat Iman Sutiawan Secara Utuh, Bukan Hanya dari Satu Peristiwa

Menurutnya, hubungan yang erat ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Kami sangat senang dan merasa terhormat atas kunjungan dari ADUN Johor Kota Iskandar. Ini adalah kesempatan emas untuk mempererat hubungan baik dan menjajaki kerjasama yang lebih konkret.

Kami percaya, dengan sinergi yang kuat, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepri dan Johor, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” ujar Dewi Kumalasari dalam penutupan acara.

Diharapkan, dengan kerjasama yang semakin kuat antara Provinsi Kepulauan Riau dan Negara Bagian Johor, dapat tercipta peluang baru yang tidak hanya meningkatkan ekonomi kawasan, tetapi juga memperdalam hubungan persahabatan kedua negara. Melalui diskusi ini, kedua pihak sepakat untuk terus menggali potensi-potensi baru yang dapat mendorong kemajuan bersama, baik di sektor ekonomi, perdagangan, maupun sosial.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga bekerja sama dalam membangun kawasan perbatasan yang lebih maju dan sejahtera.

Selain Pimpinan DPRD Kepri, turut hadir juga Anggota DPRD Kepri H. Teddy Jun Askara, H. Mustamin Bakri, Rudy Chua, Harlianto, Bobby Jayanto, Hanafi Ekra, Aziz Martindaz, dan Plt. Sekwan Ika Hasillah.

DPRD Kepri Sambut Kunjungan Hormat Adun Negeri Johor (Kota Iskandar): Mempererat Kerja Sama Strategis Indonesia-Malaysia. ( Humas DPRD Kepri – Sht007 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.