September 9, 2026

Media Terpercaya

Kepala BP Amsakar, Batam Apresiasi Peran IKA ITS Kepri

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menghadiri perayaan Dies Natalis ke-65 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Kampus Ibnu Sina Batam, Minggu (23/11/2025).

Kehadirannya menegaskan dukungan BP Batam terhadap peran strategis Ikatan Alumni (IKA) ITS Kepri dalam memperkuat ekosistem industri dan pembangunan daerah.

Amsakar langsung mengapresiasi kekompakan IKA ITS Kepri yang rutin menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan sektor industri.

Ia menilai alumni ITS memiliki kompetensi teknis kuat, pengalaman industri luas, dan jejaring profesional yang dapat mempercepat laju pembangunan Batam.

“Peran alumni ITS Kepri sangat signifikan. Mereka bukan hanya bagian dari dunia akademik, tetapi aktor penting yang memberi warna pada penguatan industri, kebijakan publik, dan inovasi di Batam,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah dan komunitas alumni menjadi kunci dalam menjawab tantangan global serta memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Perayaan Dies Natalis ke-65 ITS tahun ini juga dipenuhi kegiatan berbasis peningkatan kompetensi dan diskusi strategis.

Di antaranya:Training Microsoft Project, kerja sama IKA ITS Kepri dan Universitas Ibnu Sina Batam, untuk meningkatkan kemampuan teknis SDM di tengah persaingan kerja yang makin ketat.
hingga Sharing Session dan FGD bersama praktisi welding, coating, dan contract management membuka ruang diskusi terkait kebutuhan industri masa kini dan masa depan.

Rangkaian kegiatan tersebut menegaskan komitmen IKA ITS Kepri dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas SDM dan daya saing industri Batam.

Di tempat yang sama,Ketua IKA ITS Kepri, Awang Sasongko, mengajak seluruh alumni ITS di Kepulauan Riau terlibat aktif dalam berbagai agenda Dies Natalis. Ia menilai keberagaman keahlian alumni menjadi modal besar untuk memperkuat pembangunan daerah.

Berita lainnya  BP Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

“Alumni ITS di Kepri hadir dari banyak bidang keahlian. Keberagaman ini menjadi kekuatan besar untuk mendorong lahirnya kebijakan publik yang berkualitas, peningkatan kompetensi SDM, hingga pengembangan ekonomi daerah berbasis kolaborasi,” ujar Awang.

Awang menegaskan bahwa IKA ITS Kepri berkomitmen menjadi jembatan kolaborasi lintas sektor. Ia memastikan alumni ITS siap mendukung kebutuhan industri di Batam yang terus berkembang sebagai kawasan strategis dan pusat pertumbuhan nasional.

Momentum Dies Natalis ITS ke-65 menegaskan bahwa Batam membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas alumni.

Dengan kolaborasi berkelanjutan, Batam diyakini mampu mempercepat pembangunan dan membangun ekosistem industri yang adaptif, modern, dan kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.