September 7, 2026

Media Terpercaya

DPP PJS Apresiasi Ketua DPP yang Resmi Sandang Gelar Doktor dari Universitas Muhammadiyah Jakarta

2 min read

Oplus_16908288

Jakarta, Nusantaratoday.net – Dewan Pimpinan Pusat Pro Jurnalismedia Siber (PJS) menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rizaluddin Kurniawan, Ketua DPP PJS, yang resmi meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam dari Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (26/11/2025).

Rizaluddin dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Pengaruh Literasi Digital dan Metode Permainan terhadap Pengetahuan Zakat melalui Sikap Religiusitas dalam Pembelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan” dengan IPK 3,9 predikat Terpuji.
Sidang berlangsung di hadapan para promotor dan dewan penguji yang dipimpin langsung oleh Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si.

Ketum PJS: Rizaluddin Membawa Standar Baru bagi Jurnalis Siber

Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, menyebut capaian ini sebagai kebanggaan bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi dunia pers siber di Indonesia.

“Rizaluddin membuktikan bahwa jurnalis siber tidak hanya bekerja di lapangan, tetapi juga mampu berdiri tegak dalam tradisi akademik tertinggi. Gelar doktor ini adalah standar baru bagi kader PJS di seluruh Indonesia. Kami bangga dan terinspirasi,” ujar Mahmud.

Ia menambahkan bahwa PJS akan terus mendorong peningkatan kualitas intelektual para anggotanya, salah satunya melalui pendidikan tinggi dan riset berbasis data.

Ketua Dewan Etik PJS: Teladan Integritas dan Keilmuan

Ketua Dewan Etik PJS juga memberikan apresiasi mendalam atas keberhasilan tersebut.
Menurutnya, Rizaluddin menunjukkan konsistensi antara etika, profesionalitas, dan pengembangan keilmuan.

“Rizaluddin adalah contoh nyata bahwa integritas jurnalis berjalan seiring dengan kedalaman ilmu. Sidang promosinya menunjukkan kedisiplinan akademik dan kontribusi ilmiah yang relevan dengan era digital,” ungkap Ketua Dewan Etik.

Harapan dan Inspirasi bagi Anggota PJS

Keberhasilan Rizaluddin meraih gelar doktor sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh pengurus dan anggota PJS untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Berita lainnya  PJS Siapkan Strategi Menjadi Organisasi Pers Terdepan

DPP PJS meyakini bahwa kehadiran kader dengan kapasitas akademik tingkat doktoral akan memperkuat posisi organisasi dalam mendorong profesionalisme dan standar etik media siber di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.