September 10, 2026

Media Terpercaya

๐—”๐—บ๐˜€๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ ๐—”๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ ๐—•๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—บ ๐—ฅ๐—ฎ๐—ถ๐—ต ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ก๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ถ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—ž๐—ผ๐˜๐—ฎ ๐—™๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—น ๐—ง๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ถ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ

3 min read

Oplus_16908288

 

Jakarta, Nusantaratoday.net – Kota Batam kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Batam meraih penghargaan pada Malam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah 2025 yang digelar di Flores Ballroom, Hotel Borobudur Jakarta, Senin (1/12/2025) malam.

Penghargaan diserahkan Direktur Pusat Data dan Analisis Majalah Tempo, Philipus Parera, disaksikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan diterima langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Kemendagri dan Tempo dalam mengapresiasi kinerja pemerintah daerah di berbagai sektor pembangunan.

Batam dinobatkan sebagai pemenang Kategori Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Kota (Fiskal Tinggi). Predikat ini diraih berkat keberhasilan Batam menurunkan persentase dan kedalaman kemiskinan sebesar 0,11%, melewati rata-rata capaian kota berkategori fiskal tinggi yang berada pada kisaran 0,35% (P0) dan 0,1% (P1).

Indikator penilaian melihat dua hal sekaligus: kemampuan daerah menurunkan jumlah penduduk miskin (P0) dan meningkatkan kualitas hidup mereka (P1). Batam dinilai memiliki akselerasi signifikan pada dua aspek tersebut.

Selain Batam, penghargaan kategori penanggulangan kemiskinan juga diberikan berdasarkan kapasitas fiskal daerah. Untuk tingkat provinsi, pemenangnya ialah Papua Pegunungan (fiskal rendah), Bengkulu (fiskal sedang), dan Lampung (fiskal tinggi).

Pada tingkat kabupaten, penghargaan diraih Kabupaten Intan Jaya (rendah), Sleman (sedang), dan Bekasi (tinggi). Sementara pada tingkat kota, Kota Sabang (rendah), Palembang (sedang), dan Batam sebagai pemenang untuk kategori fiskal tinggi.

Prestasi ini sekaligus menegaskan efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Batam.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyebut penghargaan ini sebagai bagian dari upaya membangun kompetisi positif antar daerah.

Berita lainnya  Kepala BP Batam Lantik dr. Tanto Sebagai Direktur RSBP Batam

โ€œSaya bergembira karena kita kembali memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Tempo memiliki kredibilitas tinggi, sehingga penghargaan ini penting untuk memotivasi kepala daerah memenuhi harapan rakyat,โ€ ujarnya.

Tito menekankan bahwa kinerja kepala daerah menjadi faktor krusial dalam meningkatkan pelayanan publik, menekan inflasi, hingga mempercepat penurunan kemiskinan dan stunting. Ia juga mengungkapkan bahwa mulai 2026, Kemendagri menyiapkan anggaran Rp1 triliun sebagai insentif bagi 200 daerah berprestasi, dengan alokasi sekitar Rp5 miliar untuk tiap daerah.

Insentif tersebut bakal diberikan berdasarkan capaian nyata, termasuk pengendalian inflasi, penurunan stunting, pertumbuhan ekonomi, penanganan sampah, dan penurunan angka kemiskinan.

โ€œIni tidak mudah. Untuk tingkat kota, ada 98 kota yang bersaing. Untuk kabupaten, lebih dari 400 peserta. Karena itu pembagian fiskal tinggi, sedang, dan rendah menjadi penting agar kompetisinya adil,โ€ jelas Tito.

Ia juga memaparkan kondisi fiskal daerah tahun 2025. Dari 546 daerah di Indonesia meliputi 38 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota sekitar 90 persen masih berada pada kategori fiskal lemah. Hanya 5 persen yang masuk kategori fiskal kuat dan 5 persen lainnya berada pada kategori sedang.

Pada level provinsi, 11 provinsi tercatat memiliki fiskal kuat, 12 berada di kategori sedang, dan 15 provinsi masih berkategori lemah. Sementara itu, dari 415 kabupaten, hanya empat yang memiliki fiskal kuat, empat berkategori sedang, dan selebihnya, yakni 407 kabupaten, masih berada pada kategori fiskal lemah.

Untuk tingkat kota, dari total 93 kota, terdapat 11 kota yang memiliki kapasitas fiskal kuat, 12 kota berstatus sedang, dan 70 kota lainnya masuk kategori fiskal lemah.

Menutup sambutan, Mendagri mengajak semua daerah untuk terus meningkatkan kinerja.

Berita lainnya  Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan di Ajang Infobank 12th Sharia Award 2023

โ€œJika semua daerah berprestasi, negara ini akan melaju lebih cepat. Saya mengajak daerah yang belum beruntung untuk terus berlomba memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat,โ€ katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. โ€œMusyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,โ€ ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. โ€œMerasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,โ€ pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. โ€œKepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,โ€ kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.