September 7, 2026

Media Terpercaya

ASN Batam Boleh Telat Demi Antar Anak Sekolah, Pekerja Swasta Bergantung Kebijakan Perusahaan

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net –  Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batam dipastikan mendapat dispensasi datang terlambat pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027. Kelonggaran itu diberikan agar para ayah dapat mengantar anak ke sekolah sebagai bagian dari gerakan penguatan peran keluarga yang diinisiasi pemerintah.

‎Namun, kebijakan tersebut belum berlaku bagi pekerja sektor swasta. Pemerintah Kota Batam hanya mengimbau perusahaan memberikan dukungan serupa, sementara keputusan memberikan dispensasi diserahkan kepada masing-masing manajemen.

‎Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan dispensasi resmi hanya berlaku bagi ASN di lingkungan Pemko Batam.

‎”Khusus untuk pegawai Pemko Batam diberikan dispensasi. Imbauan resmi sudah didistribusikan ke seluruh OPD Pemko Batam. BKPSDM juga sudah menyampaikan kepada seluruh pegawai,” kata Rudi kepada Batam Pos, Jumat (17/7).

Sementara bagi perusahaan swasta, pemerintah tidak mengeluarkan aturan yang bersifat mengikat. “Untuk swasta tentu sifatnya imbauan agar dapat didukung. Teknisnya silakan diatur sendiri oleh masing-masing perusahaan,” ujarnya.

‎Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas Imbauan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/257/M.KT.02/2026 tertanggal 10 Juli 2026 tentang dukungan penguatan ketahanan keluarga bagi ASN.

‎Melalui surat yang ditandatangani Wali Kota Batam, seluruh kepala perangkat daerah diminta memberikan kesempatan kepada ASN yang memiliki anak di jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah.

‎Pimpinan perangkat daerah juga diminta memberikan fleksibilitas waktu kerja kepada pegawai. Meski demikian, pelaksanaan dispensasi harus tetap menjaga kelancaran roda pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta pencapaian target kinerja organisasi.

‎Dalam surat tersebut, setiap kepala OPD diminta mengatur pembagian tugas dan kehadiran pegawai agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meskipun sebagian ASN datang lebih lambat.

Berita lainnya  Pilkada Kepri 2024, Masyarakat Tembesi Sidomulyo Dukung Penuh Perjuangan HMR dan HMA

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan hari pertama sekolah merupakan momen penting bagi setiap anak. Karena itu, ia mengajak para ayah di Batam meluangkan waktu mengantar putra-putrinya ke sekolah pada Senin (20/7).

‎”Kehadiran seorang ayah bukan sekadar mengantar ke sekolah, tetapi juga bentuk kasih sayang, dukungan, dan semangat bagi anak dalam memulai perjalanan belajar. Mari sukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah demi menciptakan generasi Batam yang unggul dan berkarakter,” kata Amsakar.


‎Meski demikian, implementasi kebijakan ini diperkirakan tidak akan berjalan seragam. ASN mendapat kepastian dispensasi melalui surat resmi pemerintah, sedangkan pekerja swasta, yang jumlahnya jauh lebih besar di Kota Batam masih harus bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.

‎Dengan struktur ekonomi Batam yang didominasi sektor industri dan manufaktur, keberhasilan gerakan tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh sejauh mana perusahaan bersedia memberi ruang bagi para pekerja untuk mendampingi anak mereka di hari pertama sekolah, tanpa harus dibayangi sanksi keterlambatan masuk kerja.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.