September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi menuntaskan penataan status kepegawaian di lingkungan internal lembaga tersebut. Kepastian itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada ratusan pegawai dalam sebuah seremoni yang digelar di Gedung BP Batam, Senin (12/1/2026).

Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam upaya reformasi tata kelola sumber daya manusia BP Batam, khususnya dalam memberikan kepastian hukum dan administratif bagi para pegawai.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa penataan status kepegawaian tersebut merupakan hasil dari rangkaian koordinasi dan pembahasan intensif bersama sejumlah kementerian terkait, di antaranya Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Seluruh hasil rapat dengan kementerian terkait sudah kami terima. Rekomendasi teknis juga telah diperoleh, sehingga status kepegawaian di lingkungan BP Batam yang sebelumnya sangat beragam kini sudah tertata dan jelas,” ujar Amsakar.

Ia menyebutkan, berdasarkan rekomendasi tersebut, status pegawai BP Batam kini disederhanakan menjadi dua kategori, yakni pegawai tetap dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P2K). Penyeragaman ini dilakukan untuk mengakhiri ketidakpastian status yang selama ini dialami sebagian pegawai.

“Sekarang hanya ada dua jenis status, pegawai tetap dan P2K. Artinya, tidak ada lagi pegawai yang berada dalam posisi tidak jelas atau terombang-ambing,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Amsakar mengungkapkan jumlah pegawai yang menerima SK mencapai 738 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 681 pegawai ditetapkan sebagai pegawai tetap, sedangkan 57 pegawai lainnya berstatus P2K.

“Total ada 738 pegawai yang hari ini menerima SK. Dengan penyerahan ini, seluruh pegawai tersebut telah memperoleh kepastian status kepegawaian,” jelasnya.

Berita lainnya  Dubes RI untuk Singapura Ajak BP Batam Kolaborasi Tingkatkan Investasi

Amsakar mengaku bersyukur karena proses panjang penataan status pegawai akhirnya dapat diselesaikan. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya memberikan kejelasan bagi pegawai, tetapi juga menjadi landasan penting dalam meningkatkan kinerja dan profesionalisme organisasi.

“Kami merasa lega dan bersyukur karena bisa memberikan kepastian status. Ini merupakan wujud kehadiran negara dan lembaga dalam memberikan jaminan bagi para pegawai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amsakar berharap kepastian status kepegawaian tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi para pegawai untuk meningkatkan dedikasi, tanggung jawab, dan kinerja dalam menjalankan tugas.

Penataan status kepegawaian ini juga menjadi bagian dari upaya BP Batam dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang lebih tertib, profesional, dan akuntabel, sejalan dengan peran strategis BP Batam sebagai penggerak utama pengembangan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam.

“Saya berharap pegawai yang menerima SK hari ini dapat memberikan kontribusi terbaik bagi BP Batam dan turut mendorong pembangunan Batam ke depan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.