September 9, 2026

Media Terpercaya

POLDA KEPRI GELAR LATPRAOPS KESELAMATAN SELIGI 2026

3 min read

Batam, Nusantaratoday.net –  Polda Kepri gelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Keselamatan Seligi 2026 yang dipusatkan di Gedung Lancang Kuning (GLK) Polda Kepri. Kegiatan ini dipimpin oleh Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H., Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., serta dihadiri oleh Pejabat Utama Ditlantas Polda Kepri dan Seluruh Peserta Latpraops Keselamatan Seligi 2026. Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026, serta memastikan seluruh subsatgas memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kepulauan Riau

Dalam sambutannya, Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan merupakan kegiatan awal tahun yang menjadi bagian dari rangkaian menjelang Operasi Ketupat 2026. Ia menegaskan pentingnya operasi ini untuk membentuk perilaku masyarakat agar lebih tertib dan teratur dalam berlalu lintas, sehingga dapat menekan potensi terjadinya kecelakaan di wilayah Kepulauan Riau.

“Pada hari ini saya membuka Latpraops tentang Operasi Keselamatan sebagaimana rencana dan petunjuk dari Mabes Polri, bahwa operasi keselamatan di awal tahun 2026 adalah rangkaian menjelang Operasi Ketupat. Harapan kami, operasi ini dapat menjadikan masyarakat Kepri lebih tertib dan teratur sebagai pengguna jalan, sehingga tidak terjadi peningkatan kecelakaan lalu lintas,” ujar Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Taswin, S.I.K., M.H.,

Sementara itu, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., dalam arahannya menyampaikan bahwa seluruh personel harus memahami dengan jelas objek pengamanan dalam operasi, yang meliputi orang, barang, benda, tempat, dan lokasi. Ia menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Seligi 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 Februari sampai dengan 15 Februari 2026, dengan pelibatan empat satuan tugas utama yaitu preemtif, preventif, gakkum, dan banops yang telah disiapkan secara lengkap. Pentingnya membangun budaya keselamatan berkendara di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan keselamatan manusia sebelum memasuki pelaksanaan Operasi Ketupat.

Berita lainnya  OPSGAKTIBPLIN POLDA KEPRI: MEMPERKUAT INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME ANGGOTA POLRI

Berdasarkan data Gakkum, hingga tahun 2025 terdapat 28 unit perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang aktif di jajaran Polda Kepri, baik statis maupun mobile. Selama dua tahun terakhir, penindakan pelanggaran melalui ETLE menunjukkan peningkatan efektivitas. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 503.835 pelanggaran yang terekam kamera, dengan 4.837 surat tilang terkirim dan 2.711 pelanggaran yang berujung pada e-tilang. Sedangkan pada tahun 2025, jumlah pelanggaran yang terekam menurun menjadi 210.131 kasus, namun tingkat konfirmasi meningkat menjadi 10.999 surat terkirim dan 2.369 pelanggaran yang ditindak melalui e-tilang. Data ini menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas di wilayah Kepri.

Selain itu, data kecelakaan lalu lintas selama dua periode Operasi Keselamatan terakhir juga menjadi perhatian utama. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan kejadian kecelakaan sebesar 13 persen atau naik enam kasus. Korban meninggal dunia bertambah satu orang atau meningkat 25 persen, korban luka berat naik tiga orang (18 persen), dan korban luka ringan meningkat enam orang (10 persen). Sementara kerugian materil akibat kecelakaan juga meningkat sebesar 23 persen atau sekitar Rp27 juta. Kecelakaan paling banyak terjadi di wilayah perkotaan dengan korban didominasi oleh kelompok usia produktif antara 15 hingga 34 tahun, serta kendaraan roda dua sebagai penyumbang terbesar insiden.

Ditlantas Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui penegakan hukum berbasis teknologi ETLE serta pemanfaatan data _Integrated Road Safety Management System (IRSMS)_ sebagai dasar dalam penyuluhan, sosialisasi, dan kerja sama lintas instansi.

Melalui Operasi Keselamatan Seligi 2026 yang akan digelar mulai 2 hingga 15 Februari 2026, diharapkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, menuju Kepri yang tertib, aman, dan selamat di jalan raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.