September 9, 2026

Media Terpercaya

POLDA KEPRI RAIH PENGHARGAAN BPJS KESEHATAN, PERKUAT SINERGI DUKUNG KEBERHASILAN PROGRAM JKN

2 min read

Batam, Polda Kepulauan Riau menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan dalam kegiatan Penganugerahan dan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digelar di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Rabu (3/6/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi Polda Kepri dalam mendukung pelaksanaan Program JKN serta peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

‎Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, para Pejabat Utama Polda Kepri, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah I Dr. Nopi Hidayat, Apt., MM., AAK., beserta jajaran BPJS Kesehatan. Selain penganugerahan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi hak dan kewajiban peserta JKN, pemeriksaan kesehatan, serta skrining kesehatan bagi peserta.

‎Dalam sambutannya, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah I menyampaikan bahwa Polri dan Program JKN memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Jika Polri berupaya mencegah dan menangani gangguan keamanan, maka JKN hadir untuk melindungi masyarakat dari risiko kesehatan dan beban finansial akibat sakit. Keberhasilan Program JKN, menurutnya, tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan yang selama ini diberikan oleh Polda Kepulauan Riau.

‎BPJS Kesehatan juga mengapresiasi berbagai bentuk kerja sama yang telah terjalin dengan Polda Kepri, mulai dari dukungan terhadap layanan publik, perlindungan hukum, hingga kolaborasi dalam pelayanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan Bhayangkara. Sinergi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program JKN yang saat ini telah mencakup hampir seluruh penduduk Indonesia.

‎Kapolda Kepri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan BPJS Kesehatan kepada jajaran Polda Kepri. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan simbol kuatnya kolaborasi antarlembaga pemerintah dalam mendukung program-program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎Kapolda Kepri juga menegaskan bahwa tantangan pelayanan publik saat ini menuntut seluruh institusi negara untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Hal tersebut sejalan dengan upaya Polri dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional kepada masyarakat, sebagaimana yang juga terus dilakukan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

‎“Polda Kepulauan Riau berkomitmen untuk terus mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional serta berbagai program pemerintah lainnya melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini dapat semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Kapolda Kepri.

‎Melalui kegiatan penganugerahan dan sosialisasi ini, diharapkan hubungan kemitraan antara Polda Kepri dan BPJS Kesehatan semakin erat dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera. Kolaborasi yang kuat antarinstansi menjadi kunci penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta mendukung keberhasilan pembangunan nasional.

‎Pada kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap gangguan kamtibmas melalui Call Center 110 yang aktif 24 jam atau melalui aplikasi Polri Super Apps guna mendapatkan pelayanan kepolisian secara cepat dan terpadu.

Berita lainnya  KAPOLDA KEPRI TERIMA AUDIENSI PSMTI PROVINSI KEPRI : BAHAS PROGRAM SOSIAL DAN KETAHANAN PANGAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.