September 8, 2026

Media Terpercaya

Tahun Baru Imlek, Li Claudia Ajak Warga Batam Tebar Kebaikan

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili (2026) dimaknai secara mendalam oleh Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Bagi perempuan kelahiran Dabo Singkep itu, Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan momentum refleksi diri, rasa syukur, serta penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat multikultural Batam.

Ia menyebut, pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa menjadi saat yang tepat untuk mengevaluasi perjalanan hidup sekaligus menata harapan baru, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin daerah.

“Imlek adalah waktu untuk bersyukur atas berkat sepanjang tahun, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meneguhkan niat untuk berbuat lebih baik ke depan,” katanya, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, semangat Imlek juga sejalan dengan nilai-nilai universal seperti kerja keras, ketekunan, dan keharmonisan keluarga. Hal itu merupakan nilai penting dalam membangun kota yang inklusif dan berdaya saing.

Sebagai Wakil Wali Kota Batam periode 2025-2030, Li Claudia mengatakan bahwa keberagaman budaya di Batam merupakan kekuatan utama daerah tersebut. Ia berharap, perayaan Imlek dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan antarwarga lintas etnis dan agama.

“Batam adalah rumah bersama. Keberagaman bukan untuk dipisahkan, tetapi dirayakan sebagai kekayaan yang menyatukan,” ujar Li Claudia.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai awal untuk memperkuat solidaritas sosial, terutama dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Semangat kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari makna perayaan tersebut.

Selain sebagai tradisi keluarga, Imlek tahun ini bagi Li Claudia memiliki arti khusus karena dijalani di tengah tanggung jawabnya sebagai pemimpin daerah. Ia berharap, tahun baru membawa keberkahan, stabilitas, serta kemajuan bagi Kota Batam dan seluruh warganya.

Berita lainnya  BP Batam Groundbreaking Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim, Target Selesai Pada 2026

Li Claudia mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh masyarakat yang merayakan, seraya mendoakan kesehatan, kedamaian, dan kemakmuran bagi semua.

“Semoga tahun yang baru membawa harapan, keberuntungan, dan kebahagiaan bagi kita semua,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.