September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam gelar Gema ASRI Rempang Eco City Terkait memperingati Hari Bumi

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan Gerakan Masyarakat Aman Sehat Resik Indah (Gema ASRI) di kawasan Rempang Eco City, Tanjung Banun, dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 di daerah setempat.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad di Batam, Rabu, mengatakan kegiatan ini langkah konkret memperkuat kesadaran masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan strategis Rempang.

“Hari ini kita mengukuhkan beberapa pasukan strategis sebagai satgas kebersihan. Ini bagian dari tindak lanjut Gema ASRI yang sudah dimulai secara nasional sejak Februari lalu.

“Dan kita turunkan hingga tingkat Kota Batam,” ujarnya.

Ia menyebutkan 600 personel telah disiagakan untuk gerakan tersebut, di mana mereka tersebar di Tanjung Banun, Rempang Eco City.

“Wilayah ini sangat penting bagi kita. Momentum ini sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Kalau bukan kita, siapa lagi,” katanya.

Dalam pelaksanaan, Gema ASRI di Rempang Eco City melibatkan enam satuan tugas yang bekerja secara terpadu, mulai dari pasukan oranye Pemkot Batam, Satgas Kebersihan BP Batam, tim pembersihan drainase, pasukan merah BP Batam, hingga tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Dinas Lingkungan Hidup.

“Membuat wilayah ini bersih, sejuk dan nyaman. Mudah-mudahan ini menjadi contoh di Batam ini,” katanya.

Dia mengatakan seluruh tim yang dibentuk akan menjalankan tugas secara terukur dan berkelanjutan, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“Kegiatan ini harus terukur dan rutin. Jangan hanya seremonial, tapi benar-benar berjalan secara konsisten di lapangan,” kata dia.

Selain fokus pada kebersihan lingkungan, Amsakar juga menyebutkan beberapa program pemberdayaan yang sudah diberikan kepada masyarakat seperti bantuan alat tangkap nelayan, bibit ikan dan tanaman, hingga pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

Berita lainnya  Riding Bersama, Kepala dan Wakil Kepala BP Batam Tinjau Infrastruktur Jalan

“Sejumlah program pendukung juga sedang kita siapkan. Insyaallah, tinggal menunggu waktu untuk selesai direalisasikan,” kata dia.

Melalui Gema ASRI, BP Batam berharap, tercipta lingkungan yang bersih sekaligus mendukung pengembangan kawasan Rempang Eco City sebagai wilayah strategis transmigrasi modern di kota itu.(*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.