September 9, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Terima Kunjungan ADUPI, Bahas Solusi Kuota Impor Bahan Baku Industri Daur Ulang Plastik

1 min read

Oplus_16908288

Nusantaratoday.com, Batam –  Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, menyambut langsung kunjungan rombongan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Rabu (29/4/2026).

Rombongan yang dipimpin Ketua Umum ADUPI, Christine Halim, diterima bersama jajaran BP Batam di ruang kerja Deputi Bidang Investasi.

Kunjungan tersebut digelar untuk membahas solusi terkait penyesuaian mekanisme dan perkembangan kebijakan internasional mengenai kuota impor bahan baku bagi industri daur ulang plastik.

Dalam pertemuan itu, Fary Francis menegaskan komitmen BP Batam dalam mendukung iklim investasi serta memberikan kemudahan layanan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan investasinya di Batam.

“BP Batam berkomitmen mendukung dan memfasilitasi melalui sinergi dengan unit kerja terkait, termasuk percepatan layanan serta penyelarasan kebijakan guna mendorong investasi,” ujar Fary Francis.

Menurutnya, BP Batam terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang kondusif agar sektor industri, termasuk industri daur ulang plastik, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal di Batam.

Sementara itu, Ketua Umum ADUPI Christine Halim menyampaikan bahwa Batam memiliki prospek besar sebagai pusat pengembangan industri daur ulang plastik di Indonesia.

Ia menilai, Batam memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain karena didukung oleh ekosistem industri yang memadai serta iklim investasi yang kondusif.

“Kami meyakini bahwa, dibandingkan daerah lain, Batam memiliki prospek yang lebih besar untuk pengembangan industri ini karena didukung oleh ekosistem yang memadai dan kondusif,” ujar Christine Halim.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BP Batam dan pelaku industri daur ulang plastik dalam menghadapi tantangan kebijakan global sekaligus mendorong peningkatan investasi di Batam. (r/rml008)

Berita lainnya  Jaga Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.