September 8, 2026

Media Terpercaya

BP Batam Gandeng Komdigi Perkuat Komunikasi Publik dan Transformasi Digital Terkait Lonjakan Investasi

2 min read

Oplus_16908288

Batam, Nusantaratoday.net – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga pemerintah guna mendukung pengembangan Batam sebagai kawasan investasi, industri, logistik, dan ekonomi digital yang kompetitif.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kunjungan kerja Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pertemuan tersebut membahas penguatan diseminasi informasi, strategi komunikasi publik, serta percepatan transformasi digital di lingkungan BP Batam.

Dalam pertemuan itu, Ariastuty menegaskan bahwa perkembangan investasi di Batam berlangsung sangat dinamis dan membutuhkan dukungan komunikasi publik yang adaptif, terukur, serta mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat secara cepat dan akurat.

“Pertumbuhan investasi yang terus meningkat harus diimbangi dengan penguatan komunikasi publik yang efektif. Informasi pembangunan, investasi, dan berbagai kebijakan strategis perlu disampaikan secara tepat agar dapat dipahami oleh masyarakat maupun para pemangku kepentingan,” kata Ariastuty.

Data investasi menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi di Kota Batam mencapai Rp17,4 triliun atau meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, sepanjang 2025, Batam mencatat realisasi investasi sebesar Rp69,30 triliun. Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam hingga 6,76 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Di tengah pesatnya pembangunan dan masuknya investasi baru, Komdigi menilai strategi komunikasi publik yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik serta memperkuat citra institusi pemerintah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Komdigi, Nada Fitria, bersama Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menekankan pentingnya penguatan media resmi pemerintah sebagai kanal utama penyebaran informasi yang kredibel dan terpercaya.

Selain itu, pengelolaan media daring dan media sosial dinilai semakin penting untuk membangun branding institusi sekaligus memastikan informasi yang diterima masyarakat berasal dari sumber resmi.

Berita lainnya  Efisiensi Belanja Jadi Momentum Dalam Pembangunan Kota Batam

Dalam aspek kemitraan media, Komdigi juga menegaskan dukungannya terhadap ekosistem pers yang profesional dan bertanggung jawab melalui mekanisme verifikasi yang dilakukan Dewan Pers.

Pertemuan tersebut turut membahas penguatan kolaborasi melalui Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas), penyusunan strategi komunikasi berbasis data, pengelolaan isu publik, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai kawasan yang memiliki posisi strategis dalam pengembangan investasi, industri, dan ekonomi digital, Batam menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik. Kami berharap Komdigi dapat mendukung penguatan strategi komunikasi tersebut selaras dengan nilai-nilai Pancasila serta tujuan pembangunan nasional,” ujar Farida.

Dalam kunjungan tersebut, Ariastuty didampingi Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam Sthefani Barlian, Kepala Bagian Protokol dan Humas Afthar Fallahziz, Kepala Bagian Penghubung Kantor Jakarta Irwan Nasution, serta sejumlah pejabat dan staf terkait di lingkungan BP Batam.

Dari pihak Komdigi turut hadir Ketua Tim Penyusun Kebijakan dan Standardisasi Bidang Komunikasi Publik Hardy Kembar Pribadi, Direktur Infrastruktur Pemerintah Digital Syaharuddin, serta jajaran pejabat terkait lainnya.

Kolaborasi BP Batam dan Komdigi diharapkan mampu memperkuat tata kelola komunikasi publik yang transparan, mempercepat transformasi digital layanan pemerintah, serta mendukung iklim investasi yang semakin kondusif di Batam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.