September 7, 2026

Media Terpercaya

KAPOLDA KEPRI TERIMA AUDIENSI PSMTI PROVINSI KEPRI : BAHAS PROGRAM SOSIAL DAN KETAHANAN PANGAN

2 min read

Batam, Nusantaratoday.net – Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menerima audiensi dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Kepri di Ruang Kerja Kapolda Kepri. Pertemuan ini bertujuan mempererat kerja sama antara kepolisian dan komunitas Tionghoa dalam mendukung berbagai program sosial serta ketahanan pangan di wilayah Kepri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polda Kepri serta perwakilan PSMTI Kepri, di antaranya Ketua PSMTI Provinsi Kepri, Bapak Randy Tan; Wakil Ketua PSMTI Provinsi Kepri, Bapak Djohar Arief; Ketua PSMTI Kota Batam, Bapak Acun Tan; Wakil Ketua PSMTI Kota Batam, Bapak Robinson Tan dan Bapak Stanly Rocky; Sekretaris PSMTI Kota Batam sekaligus Wakil Sekretaris PSMTI Provinsi Kepri, Ibu Delvina Piododa; Bendahara PSMTI Kota Batam sekaligus Wakil Bendahara PSMTI Provinsi Kepri, Bapak Suyadi Yeo; serta Ketua Harian PSMTI Kabupaten Bintan-Kota Tanjungpinang, Bapak Among.

Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan PSMTI, khususnya dalam mendukung program sosial seperti vaksinasi dan bantuan kemanusiaan. Ia menegaskan pentingnya komunikasi dan sinergi dalam menyukseskan berbagai program kepolisian. “Dukungan dari berbagai organisasi dan komunitas sangat membantu kelancaran tugas kepolisian. Jika ada kendala dalam pelaksanaan program, mari kita komunikasikan agar dapat menemukan solusi terbaik,” ujar Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H.

Lebih lanjut, Kapolda Kepri menekankan pentingnya memperluas sinergi, terutama dalam sektor ketahanan pangan dan bantuan sosial. Salah satu bentuk kerja sama yang akan terus didorong adalah melalui program dapur MBG, di mana Polda Kepri berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk menjamin kelancaran distribusi bahan pangan.

Berita lainnya  DITPAMOBVIT POLDA KEPRI LAKSANAKAN PENANDATANGANAN PEDOMAN KERJA TEKNIS TAHUN 2024

Ketua PSMTI Provinsi Kepri, Randy Tan, menyampaikan apresiasi atas sambutan dari Polda Kepri serta menegaskan komitmen PSMTI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Kami siap berkontribusi untuk menjaga stabilitas dan mendukung kemajuan sektor pariwisata serta industri di Kepri,” ungkap Ketua PSMTI Provinsi Kepri, Randy Tan

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan, PSMTI juga menyatakan kesiapannya untuk meminjamkan lahan guna mendukung pasokan bahan makanan. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan berkelanjutan.

Melalui audiensi ini, diharapkan kolaborasi antara Polda Kepri dan PSMTI semakin kuat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, harmonis, serta mendukung kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.

Terakhir, dalam kesempatan yang sama Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian, ingin melihat peta kerawanan, atau mengajukan pengaduan, untuk menghubungi Call Center 110 atau menggunakan aplikasi Polri Super Apps yang dapat diunduh melalui Google Play atau App Store.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam Berita Nusantara

3 min read

Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026). Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, seiring dengan peningkatan investasi dan sejumlah indikator pembangunan lainnya. Dalam kegiatan yang berlokasi di Hotel S, Lubukbaja, tersebut, Amsakar mengajak warga Batam asal Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam. Amsakar mengapresiasi pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri setelah dua periode kepemimpinan Taba Iskandar. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang menjadi esensi dalam musyawarah besar, yakni pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan pengurus baru, serta penyempurnaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) apabila diperlukan. “Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar. Ia juga menyoroti hubungan historis antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah terjalin sejak era Bukit Siguntang. Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi warga Batam asal Sumsel dan Kepri untuk membangun rasa memiliki terhadap daerah tempat mereka tinggal. Amsakar mengajak warga Batam asal Sumsel untuk tidak memandang diri hanya sebagai perantau. Ia berharap mereka dapat menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat Batam sehingga turut menjaga dan membangun kota. “Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya. Di sisi lain, Amsakar mengingatkan bahwa paguyuban pada dasarnya merupakan wadah untuk memperkuat modal sosial dan membangun kepedulian antarsesama. Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan lebih mengedepankan semangat saling membantu daripada kepentingan finansial. Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen. Sementara itu, nilai investasi meningkat 115,5 persen, dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Adapun realisasi investasi pada semester I disebut telah mendekati Rp30 triliun. Menurut Amsakar, peningkatan tersebut berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8. Sektor pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) naik dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan. Amsakar menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan. “Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD. Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha. Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap memperbesar narasi negatif demi mengejar jumlah penonton. Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang berpotensi memecah belah. Sebaliknya, ruang digital diharapkan diisi dengan konten yang produktif dan edukatif. (Humas Diskominfo Batam /rml008)

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.